Jumat 27 Mar 2020 17:51 WIB

Wabah Corona, Pasar Jaya Gulirkan Program Belanja dari Rumah

Program Belanja dari Rumah diadakan agar warga tak perlu ke pasar saat wabah corona

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Program Belanja dari Rumah diadakan agar warga tak perlu ke pasar saat wabah corona. Ilustrasi.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Program Belanja dari Rumah diadakan agar warga tak perlu ke pasar saat wabah corona. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perumda Pasar Jaya menggulirkan program belanja dari rumah sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan warga di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Informasi mengenai belanja dari rumah tersebut bisa didapatkan masyarakat melalui laman resmi pasarjaya.co.id dan media sosial media Pasar Jaya.

Berbagai barang bisa dibeli mulai dari aneka bumbu, daging, sayur-mayur, buah, sembako, lauk, hingga makanan ringan.Berdasarkan pantauan di laman Pasar Jaya, setidaknya ada lima pasar yang bisa melakukan transaksi jarak jauh.

Baca Juga

Pembeli bisa memanfaatkan program belanja dari rumah dengan cara menghubungi pedagang di sana. Pemesanan juga bisa melalui hotline atau call center yang buka mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Setelah itu pembeli dan pedagang menyepakati sendiri harga dan pengiriman.

Pasar-pasar tersebut antara lain Pasar Pondok Labu (Hotline: 08129920221), Pasar Kramat Jati (Hotline: 085156636121), Pasar Palmerah (Hotline: 0215307391), Pasar Bukit Duri (Hotline: 0818181792), dan Pasar Koja (Hotline: 085890590909).

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin saat dihubungi membenarkan hal tersebut. Ia menyebut program itu sudah dimulai di semua cabang Pasar Jaya sejak dua pekan lalu.

"Itu sudah berjalan dua pekan, sudah ada 50 pasar. Bisa dilihat informasi lengkap di Instagram kami," kata Arief saat dihubungi di Jakarta.

Manajer Bidang Umum dan Hubungan Masyarakat Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza berharap langkah ini mampu membuat masyarat tetap berada di rumah untuk menerapkan social distancing. Selain itu program ini juga menjaga pasar agar tak menjadi tempat penularan Covid-19.

"Di tengah merebaknya Covid-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta, kita mesti menyediakan cara belanja jarak jauh bagi warga yang sedang menerapkan karantina diri. Dengan demikian warga tak perlu keluar rumah untuk membeli bahan-bahan pangan penting untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Dia menyebut setidaknya sudah ada 15 pasar yang dirilis untuk melakukan transaksi jarak jauh. Pasar-pasar itu adalah Pasar Kramat Jati, Pondok Labu, Palmerah, Bukit Duri, Koja Baru, Santa, Radio Dalam, Gandaria, Sukapura, Waru, Lontar Kebon Melati, Induk Kramat Jati, Pecah Kulit, Cidodol dan Cakung.

Pasar Jaya berharap langkah ini mampu tetap meramaikan perdagangan di pasar-pasar di Jakarta, sembari tetap menerapkan langkah jarak sosial dan memudahkan masyarakat yang tengah menjalani gerakan tetap di rumah. Bagi distributor atau orang yang butuh datang ke pasar pun, kini Pasar Jaya menerapkan prosedur ketat dengan menyediakan bilik disinfeksi.

"Kami akan tambah terus jumlahnya, sampai ada di tiap pasar kelolaan. Demi menjaga kebersihan dan kesehatan seluruh pengunjung maupun pedagang di pasar, kita juga lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada setiap sudut pasar," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap muncul langkah-langkah kreatif dari jajarannya agar warga Jakarta tak perlu pergi ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhannya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement