Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Wabup Lebak Optimistis Ekonomi Membaik Setelah Pandemi

Ahad 29 May 2022 08:37 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pelaku usaha menunjukkan produk UMKM olahan hasil tani di Plaza Lebak, Lebak, Banten, Jumat (3/12/2021). Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi optimistis ekonomi kembali bangkit setelah pandemi Covid-19 sehingga pelaku ekonomi diminta lebih kreatif dan berinovasi untuk bersaing pasar.

Pelaku usaha menunjukkan produk UMKM olahan hasil tani di Plaza Lebak, Lebak, Banten, Jumat (3/12/2021). Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi optimistis ekonomi kembali bangkit setelah pandemi Covid-19 sehingga pelaku ekonomi diminta lebih kreatif dan berinovasi untuk bersaing pasar.

Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Pemkab Lebak mendorong pelaku ekonomi bisa kembali bangkit setelah pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi optimistis ekonomi kembali bangkit setelah pandemi Covid-19 sehingga pelaku ekonomi diminta lebih kreatif dan berinovasi untuk bersaing pasar.

"Kita berharap pelaku ekonomi dapat meningkatkan produksi dan kualitas," kata Ade Sumardi saat pembukaan rumah produksi Gallery Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Sabtu (28/5/2022).

Baca Juga

Selama ini, pandemi Covid-19 memicu orang lebih kreatif juga berinovasi sehingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meningkat. Di mana para pelaku UMKM memproduksi aneka makanan maupun kerajinan yang dilakukan di rumah.

Pemerintah daerah mendorong pelaku ekonomi tumbuh dan berkembang, sehingga menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak. Kehadiran para pelaku ekonomi dapat menyambungkan produsen dan konsumen di lokasi obyek wisata.

"Kita tentu mendorong pelaku ekonomi bisa kembali bangkit setelah pandemi itu," kata dia menjelaskan.

Ade mengajak para pelaku ekonomi agar memanfaatkan digitalisasi untuk memasarkan produknya, sebab, teknologi digitalisasi sangat membantu terhadap omzet pendapatan. Para pelaku ekonomi jangan sampai ketinggalan tidak memanfaatkan digitalisasi tersebut.

"Kami berharap pelaku UMKM dapat memasarkan produknya melalui aplikasi teknologi digital, seperti Shopee, Markerplace, Facebook dan lainnya," kata Ade.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan saat ini populasi pelaku ekonomi di daerah ini berkembang dan berdasarkan data lembaga-lembaga ekonomi yang menerima bantuan permodalan dari pemerintah sekitar 117.269 UMKM. Pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM memasarkan produknya melalui digitalisasi sehingga bersinergi dengan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Pemerintah daerah memberikan pelatihan dan pemberian legalitas dengan membantu sertifikasi halal dari MUI, pemasangan barcode, NPWP , perizinan IRT dari Dinas Kesehatan maupun BPOM hingga masa kedaluwarsa. "Kita terus meningkatkan kualitas mutu produk UMKM agar menembus pasar, " kata Imam.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA