Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Nama Cucu Prabu Surosowan Menjadi Nama Baru Jembatan Bogeg

Selasa 29 Mar 2022 14:31 WIB

Red: Hiru Muhammad

Geliat pembangunan Provinsi Banten terus berjalan di akhir-akhir masa jabatan Wahidin Halim-Andika Hazrumi. Diantara salah satu infrastruktur yang akan diresmikan adalah Jembatan Bogeg yang berada di JL Syekh Nawawi Al-Bantani.

Geliat pembangunan Provinsi Banten terus berjalan di akhir-akhir masa jabatan Wahidin Halim-Andika Hazrumi. Diantara salah satu infrastruktur yang akan diresmikan adalah Jembatan Bogeg yang berada di JL Syekh Nawawi Al-Bantani.

Foto: istimewa
Anggaran untuk pembangunan jembatan Bogeg ini sebesar Rp 165 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN--Geliat pembangunan Provinsi Banten terus berjalan di akhir-akhir masa jabatan Wahidin Halim-Andika Hazrumi. Diantara salah satu infrastruktur yang akan diresmikan adalah Jembatan Bogeg yang berada di JL Syekh Nawawi Al-Bantani.

Pembangunan jembatan yang melintas di atas Jalan Tol Tangerang-Merak itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat karena akan mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di lokasi tersebut.

Baca Juga

Anggaran yang digelontorkan Pemprov Banten untuk pembangunan jembatan Bogeg ini sebesar Rp 165 miliar. Jembatan ini akan menjadi icon baru Provinsi Banten setelah Kawasan Kesultanan Banten di banten lama dan Banten International Stadium. Hal ini diperkuat dengan penggunaan ornamen khas Banten, seperti batik Banten dan juga ukiran batik Mandalika pada sisi-sisi jembatan.

Pada jembatan dengan panjang 78 meter dan lebar 33 meter itu  ada 8 (delapan) lajur jalan. Setiap arahnya terdiri dari 4 (empat) lajur jalan yang akan memperlancar kendaraan.“Jalannya cukup lebar dan panjang, bisa 4 jalur, kanan kiri 8 jalur,” ucap Gubernur Wahidin Halim (WH) ketika meninjau jembatan yang segera akan diresmikan itu, Rabu (16/3).

Menurut rencana jembatan itu akan diresmikan pada hari selasa (29/3) dan akan diberi nama baru dengan nama pahlawan Nasional  asal Banten yang bernama Raden Aria Wangsakara. Pahlawan Nasional raden Aria Wangsakara diresmikan menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi atas jasa-jasanya dalam berperang membela kesultanan Banten dari serangan VOC Belanda pada tahun 1654 di perbatasan Banten-Jakarta. 

Berdasar data buku Banten Sejarah dan Peradaban karya Guillot, Ibunda Raden aria Wangsakara adalah Nyai Mas Cipta Surasowan, ia adalah cucu dari Pangeran Sanghyang Surajaya bin Prabu Surosowan yang bertahta di Banten Lama sebelum digantikan oleh Sultan Maulana Hasanudin.

Sultan Maulana Hasanuddin sendiri adalah sama-sama cucu Prabu Surosowan. Nyai Mas Cipta dinikahkan dengan Pangeran Wiraraja dari Kerajaan Sumedang Larang dan memiliki putra Raden Aria Wangsakara, atau masyarakat kabupaten serang Timur di Tanara, lempuyang, Binuang memanggilnya dengan sebutan raden Kenyep Aria Wangsakara. Raden aria Wangsakara sendiri menikahi dua cucu Sultan Maulana Hasanudin yaitu Ratu Maimunah binti Tubagus Idham dari Kresek dan Ratu Zakiyah binti ratu Salamah binti Sultan Abul Mafakhir dari Kenari Kasemen. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA