Kamis 30 Dec 2021 01:55 WIB

Bayi-Bayi Satwa di Bali Safari Park Lahir Menjelang Akhir 2021

Bali Safari Park adalah lembaga konservasi yang fokus menyelamatkan satwa langka.

Bayi-Bayi Satwa di Bali Safari Park Lahir Menjelang Akhir 2021. Wisatawan menaiki bus keliling saat mengunjungi objek wisata kebun binatang di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali, Rabu (29/12/2021). Jumlah kunjungan wisatawan di kebun binatang tersebut selama liburan natal dan tahun baru mengalami peningkatan mencapai 1.200 orang per hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Bayi-Bayi Satwa di Bali Safari Park Lahir Menjelang Akhir 2021. Wisatawan menaiki bus keliling saat mengunjungi objek wisata kebun binatang di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali, Rabu (29/12/2021). Jumlah kunjungan wisatawan di kebun binatang tersebut selama liburan natal dan tahun baru mengalami peningkatan mencapai 1.200 orang per hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Taman Safari Bali (Bali Safari Park) di Kabupaten Gianyar, Bali mencatat kelahiran bayi-bayi satwa menjelang akhir tahun 2021. Kelahiran tersebut menjadi momentum yang menggembirakan di tengah pandemi Covid-19.

"Bayi-bayi satwa yang lahir itu masih dalam pengawasan serta perawatan oleh tim medis dan tim 'keeper'," kata Senior Veterinerian Bali Safari Park Yohana Kusumaningtyas saat konferensi pers di Taman Safari Bali, Gianyar, Rabu (29/12).

Baca Juga

Pada penghujung 2021, bayi satwa yang lahir di antaranya dua ekor striped hyena jantan pada Jumat (29/10), satu ekor Pygmy Hippo betina pada Ahad (21/11), serta satu ekor Zebra Chapman betina pada Senin (22/11). "Kelahiran bayi satwa tersebut merupakan bukti kesuksesan Bali Safari Park sebagai lembaga konservasi satwa," katanya.

Dia menambahkan, keberhasilan konservasi itu juga terwujud berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat yang terus mendukung kegiatan konservasi satwa di Bali Safari Park. Ia menambahkan kondisi bayi satwa juga terus dipantau untuk memastikan indukan dan bayi tetap sehat dan stabil.

"Besar harapan kami agar semua satwa yang ada di sini dapat berkembang biak dan hidup dengan baik. Harapan kami, kami juga akan bisa menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan alam," katanya.

Berkaitan dengan kelahiran satwa sebagai bagian dari simbol harapan, Bali Safari Park menggelar acara Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertajuk "Safari 1001 Mimpi" mulai 15 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. "Bali Safari Park juga mengajak masyarakat mengikuti kompetisi pemberian nama pada bayi zebra melalui media sosial Instagram. Akan akan ada hadiah menarik untuk pemenang yang memberikan nama paling unik dan penuh makna," katanya.

Ia berharap nantinya bayi-bayi satwa tersebut dapat tumbuh sehat sehingga masyarakat bisa bertemu mereka secepatnya. Taman Safari Bali yang berdiri sejak 2007 dan dihuni oleh lebih dari 100 spesies satwa tersebut bukan sekadar tempat rekreasi keluarga, tetapi juga lembaga konservasi yang fokus menyelamatkan satwa-satwa langka.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement