Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Anggota Polres Lombok Timur Diduga Tewas Ditembak Rekannya

Selasa 26 Oct 2021 05:44 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Garis Polisi

Ilustrasi Garis Polisi

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Anggota Polres Lombok Timur ditemukan bersimbah darah di rumahnya, kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TIMUR -- Anggota Humas Polres Lombok Timur, Briptu Khairul Tamimi alias Momon, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Senin (25/10) sekitar pukul 14.30 Wita. Ia diduga akibat ditembak koleganya.

Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suryono, saat dikonfirmasi, membenarkan salah satu anggota yang ditemukan tewas akibat ditembak. "Korban tewas akibat ditembak salah satu anggota polisi juga," katanya.

Baca Juga

Ia menambahkan, pelaku penembakan telah diamankan, dan sedang jalani penyelidikan dan penyidikan. "Pelakunya telah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan di satreskrim Propam Polres Lotim," sebutnya.

Informasi yang dihimpun, Senin, sebelum kejadian, korban bersama anggota lainnya mengikuti kegiatan latihan beladiri untuk kenaikan pangkat di halaman Mapolres Lotim pada pagi hari. Usai latihan beladiri, korban pulang ke rumahnya dan korban pun tidak kembali ke kantor, sementara pekerjaan masih banyak. 

Kawan korban menelpon, tetapi tak ada jawaban ternyata ponsel korban ditinggal di kantor. Karena ponsel ditinggal di kantor, salah satu rekannya pergi mencari korban ke rumahnya. 

Sesampai di rumah korban, rekannya menemukan korban bersimbah darah dan sudah tak bernyawa. Saat itu, rekan korban langsung melaporkan ke atasannya Kapolres Lotim AKBP Herman Suryono bahwa ia menemukan Briptu Khairul Tamimi sudah tak bernyawa dan bersimbah darah di rumahnya. 

Waka Polda NTB Brigjen Ruslan Aspan dan Kapolres Lotim AKBP Herman Suryono yang mendapat laporan bersama anggota Inafis Polres Lotim langsung terjun ke lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan. Sementara itu, korban langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA