Sabtu 19 Jun 2021 21:44 WIB

Kasus Naik Tiga Digit, Warga Bali Diminta Kurangi Mobilitas

Sebelumnya kasus baru Covid-19 di Bali ada di bawah 50 orang per hari.

Seorang wanita menunggu pelanggan di luar tokonya di Sanur, Bali, Indonesia.
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Seorang wanita menunggu pelanggan di luar tokonya di Sanur, Bali, Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali meminta masyarakat setempat untuk mengurangi mobilitas. Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 di Pulau Dewata sehingga pembatasan mobilitas sangat penting.

"Kurangi mobilitas kalau tidak mendesak dan urusan penting. Sebaiknya di rumah saja atau batasi bertemu dan berkerumun dengan banyak orang," kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, Sabtu (19/6).

Baca Juga

Pada Sabtu ini bahkan penambahan kasus baru Covid-19 di Provinsi Bali kembali menyentuh tiga digit, yakni 155 orang.Sebelumnya pada Rabu (16/6) tercatat penambahan 67 kasus baru, pada Kamis (17/6) ada 65 kasus, dan pada Jumat (18/6) sebanyak 95 kasus.

Pada pekan-pekan sebelumnya, kasus harian Covid-19 sudah melandai dengan penambahan kasus rata-rata di bawah 50. Terkait tren peningkatan kasus Covid-19 di Bali ini, menurut Rentin, celah yang paling mungkin di saat kumpul berkegiatan.

"Saat ini kan beberapa aktivitas sudah dilaksanakan, tentu menghadirkan orang. Nah risiko penularan menjadi meningkat tatkala acara menyuguhkan konsumsi, saat makan atau minum pasti buka masker. Diperparah lagi berkerumun dan sambil bercengkerama, ini riskan penularan," ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali ini juga mengimbau masyarakat menerapkan protokol VDJ untuk aktivitas apapun, terutama yang dalam ruangan. "VDJ ini meliputi ventilasi yaitu dibuka akses sirkulasi udara, jangan ditutup rapat, kemudian durasi/waktu jangan terlalu lama berjam-jam. Terakhir jarak, nah ini di samping jarak aman tempat duduk, juga pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas," ujar Rentin.

Masyarakat Bali diharapkan taat terhadap protokol kesehatan. "Jangan abai kendatipun sudah vaksin. Merasa diri kebal itu sangat keliru karena kendatipun sudah divaksin, potensi tertular masih ada," kata dia.

Satgas Covid-19 Provinsi Bali mencatat hingga Sabtu ini jumlah kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 48.239 orang, yang sudah sembuh 46.069 orang (95,50 persen) dan meninggal dunia 1.533 orang (3,18 persen). Pada hari ini dilaporkan dari penambahan 155 kasus baru itu 128 tertular melalui transmisi lokal, 26 pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), dan satu pelaku perjalanan luar negeri. Lalu ada tambahan 40 pasien positif Covid-19 yang telah sembuh dan dua pasien meninggal dunia karena Covid-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement