Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Memberi Layanan Psikososial Bagi Korban Bencana di NTT

Kamis 17 Jun 2021 03:33 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Tanoto Foundation menandatangani kerja sama dengan Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) di Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Tanoto Foundation menandatangani kerja sama dengan Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) di Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Foto: Dok
Tanoto Foundation dan IPSPI memberi LDP bagi penyintas korban bencana alam di NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi filantropi independen Tanoto Foundation, melalui Program Early Childhood Education and Development (ECED) meneken kerja sama dengan Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Kerja sama mencakup upaya pemberian layanan dukungan psikososial bagi penyintas bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan diberikan terkait dengan bencana tanah longsor dan banjir bandang di tiga wilayah, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Malaka pada awal April 2021.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum dilaporkan terjadi di 16 kabupaten/kota di NTT. Korban jiwa meninggal dunia tercatat 181 orang, korban luka-luka 225 orang dan korban hilang dilaporkan ada 48 orang.

Head of ECED Eddy Henry menuturkan, layanan dukungan psikososial (LDP) oleh pekerja sosial bagi para penyintas korban bencana alam di NTT sangatlah penting untuk dilakukan.

"Ini mengingat kemungkinan terjadinya trauma dan gangguan kondisi psikis akibat kehilangan sanak saudara dan harta benda. Untuk itulah kami mengajak IPSPI sebagai wadah para pekerja sosial di Indonesia untuk bekerja sama," ujarnya dalam siaran di Jakarta, Rabu.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPSPI menginisiasi program penyediaan LDP bagi komunitas yang terkena dampak bencana alam, yang terjadi di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah layanan DPP IPSPI, di antaranya melakukan berbagai kajian, mengembangkan rencana respon, dan membentuk gugus tugas.

Selain itu, mengembangkan modul dan pedoman pelaksanaan layanan, melakukan pelatihan, mengimplementasikan program, serta melakukan supervisi, bimbingan, dan pengawasan praktik. Ketua IPSPI Rr Endah Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya menyambut gembira Tanoto Foundation yang mengajak IPSPI dalam memberikan LDP kepada para penyintas korban bencana di NTT.

"Dengan kerja sama ini, diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi para penyintas bencana tetapi juga menjadi ajang unjuk kegiatan bagi para pekerja sosial di NTT," ujar Endah.

Dia menjelaskan, pemberian layanan psikososial tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung kapasitas individu dalam merespon situasi darurat atau kritis yang dihadapi. Sehingga masyarakat dapat menerima dan mampu beradaptasi dengan situasi akibat kondisi darurat atau krisis di situasi pandemi.

Direktur Pemberdayaa Sosial, Perorangan, Keluarga, Kelembagaan dan Masyarakat Kemensos, Serimika Boru Karo mengapresiasi Tanoto Foundation dan IPSPI yang bekerja beriringan dalam membantu korban bencana alam di NTT.

"Kementerian Sosial sangat mendukung kerja sama yang dilakukan Tanoto Foundation dan Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia, karena masyarakat dalam situasi terkena bencana sangat membutuhkan psikososial. Kami berharap semua dapat berjalan baik dan sukses," kata Serimika.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA