Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sekolah Tatap Muka di Rumah Diterapkan di Kupang

Senin 10 Aug 2020 13:54 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Seorang guru bahasa Inggris mengajar saat belajar tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT, Senin (10/8/2020). Beberapa sekolah di Kota Kupang mulai menerapkan sistem belajar tatap muka di rumah-rumah siswa dengan membaginya menjadi beberapa titik dan setiap titik dibatasi hanya boleh 10 orang murid.

Seorang guru bahasa Inggris mengajar saat belajar tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT, Senin (10/8/2020). Beberapa sekolah di Kota Kupang mulai menerapkan sistem belajar tatap muka di rumah-rumah siswa dengan membaginya menjadi beberapa titik dan setiap titik dibatasi hanya boleh 10 orang murid.

Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Sekolah tatap muka di rumah berjalan selama tiga pekan di Kupang.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kupang mulai menerapkan sistem belajar tatap muka. Namun tatap muka bukan diterapkan di sekolah tetapi di rumah siswa.

"Kami dari SMP Negeri 6 sudah mulai menjalankan sistem sekolah tatap muka, dan sudah berjalan selama tiga pekan ini," kata guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Reff Jhon Dida kepada Antara di Kupang saat ditemui di sela-sela aktivitas sekolah tatap muka di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak Kota Kupang, Senin (10/8).

Ia mengatakan bahwa proses sekolah tatap muka ini dibagi-bagi. Untuk pekan pertama, sekolah tatap muka hanya diberlakukan bagi pelajar kelas tujuh saja dengan lokasinya ada sekitar 30 titik.

Setiap titik, jumlah siswanya kata dia hanya dibatasi berkisar dari delapan sampai dengan 10 orang siswa. Sementara di pekan kedua khusus bagi pelajar kelas delapan, dan pekan ketiga yang saat ini sedang berjalan khusus bagi kelas sembilan.

Jhon menambahkan pihak sekolah memang terpaksa menerapkan belajar tatap muka per pekan berdasarkan kelas, karena memang keterbatasan guru.

"Saya sebenarnya guru bahasa Inggris untuk kelas tujuh, tetapi karena kekurangan guru, terpaksa dibagi-bagi dan waktu sekolahnya juga dibatasi," tutur dia.

Pelaksanaan sekolah tatap muka ini, ujar dia lebih efektif dibandingkan dengan sekolah secara daring atau online karena anak-anak dari pengalaman beberapa siswa menunjukkan hampir semuanya tak paham dengan penjelasan guru jika menggunakan aplikasi belajar daring.

Tetapi ujar dia, proses belajar tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan siswa-siswi dan guru menggunakan masker dan mencuci tangan.

Jhon menambahkan bahwa untuk di Kota Kupang, sepengetahuandia, baru SMP Negeri 6 saja yang baru menerapkan sistem sekolah tatap muka langsung, dan beberapa sekolah juga masih dalam rencana untuk mengadopsi sistem belajar itu.

Seorang siswi kelas sembilan SMP N 6 Kota Kupang, Dilan Dominggus mengatakan bahwa sistem sekolah tatap muka lebih efektif dan efisien dibandingkan belajar secara daring.

"Alasannya, kami sulit mengerti kalau secara daring. Kemudian juga banyak teman-teman juga terkendala dengan handphone serta paket atau kuota internet," tutur dia.

Menurut dia, sistem sekolah tatap muka seperti saat ini tentu akan membantu dirinya dan teman-temannya untuk lebih paham dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru.

"Saya berharap ini terus dilakukan selama pandemi ini," ujar dia.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA