Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Provinsi Bengkulu Siap Tampung Korban Mentawai

Senin 01 Nov 2010 01:36 WIB

Red: Djibril Muhammad

Tsunami Mentawai

Tsunami Mentawai

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO, BENGKULU--Gubernur Provinsi Bengkulu Agusrin M Najjamudin menyatakan kesiapan dalam menampung berapa saja jumlah korban tsunami Mentawai, Sumatra Barat yang dievakuasi ke daerah itu.

"Bengkulu siap menampung berapa saja jumlah korban Mentawai yang dibawa ke daerah ini, jika Posko di Kabupaten Mukomuko tidak mampu menampung korban maka akan kami tawarkan untuk korban bisa dibawa ke Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu," katanya sebelum berangkat menuju Mentawai bersama dengan Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, Minggu (31/10).

Ia mengatakan bahwa Kabupaten Mukomuko sudah terbentuk Posko tanggap darurat untuk korban tsunami Mentawai. "Kota Bengkulu sudah kita bangun Posko bantuan untuk korban Mentawai sehingga bisa memberikan kontribusi bagi saudara kita yang terkena musibah," katanya.

Ia menilai bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mukomuko cukup representatif dalam membantu dan memberikan pelayanan kepada korban Mentawai yang dibawa ke daerah ini. "Pihak TNI-AD dan PMI ikut serta dalam membantu menyiapkan peralatan dan tenaga medis untuk kepentingan tanggap darurat," ujarnya.

Menurut dia, untuk menjangkau Mentawai dari Mukomuko membutuhkan waktu sepertiga dari waktu tempuh Sumatra Barat menuju Mentawai. "Dekatnya jarak itu merupakan kesempatan untuk membantu korban Mentawai dari daerah ini baik bantuan berupa logistik maupun evakuasi korban," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Posko di Mukomuko baru sebatas melakukan evakuasi medis, dan belum untuk kegiatan lainnya. "Kita berharap Posko di daerah ini juga digunakan untuk evakuasi bantuan logistik menggunakan pesawat maupun helikopter," katanya.

Sementara itu, Agusrin juga menyebutkan bahwa akan ada penambahan jumlah tenaga dokter yang akan diperbantukan di daerah ini sebanyak delapan orang dari Provinsi Bengkulu dan enam orang dari Palang Merah Indonesia.

"Belum lagi tenaga dokter dari TNI-AD yang jumlahnya saya tidak tahu persis tetapi untuk tenaga kesehatan saya kira jumlahnya sudah memadai," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA