Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Pihak Sekolah Kaget Ketahui Dani Pelaku Bom

Selasa 11 Aug 2009 05:10 WIB

Red:

JAKARTA -- Para guru dan siswa SMA Yadika 7 Bogor sangat kaget saat mengetahui mantan siswa sekolah tersebut, Dani Dwi Permana, adalah pelaku peledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, Jakarta, 17 Juli lalu. "Saya sangat kaget dan tidak menyangka kalau Dani sampai terjebak pada jaringan teroris pelaku peledakan bom," kata Uum Umiyati, kepala SMA YAdika 7 Bogor, kepada pers di Bogor, Senin.

Uum Umiyati mengatakan, ia bersama para guru dan siswa sangat terkejut ketika mengetahui dari berita di televisi yang menyebutkan, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott adalah Dani Dwi Permana, siswanya yang baru lulus tahun 2009. Uum mengenal Dani sebagai pribadi yang pendiam, rajin belajar, dan cerdas.

Dani juga menjadi salah seorang pengurus OSIS (organisasi Siswa Intra Sekolah) sehingga dikenal oleh teman-teman di sekolahnya. Dani lulus dari SMA Yadika 7 Bogor pada tahun ajaran 2008/2009 dan ijazahnya masih berada di sekolah karena belum diambil.

Tidak hanya para guru dan teman-teman sekolahnya yang kaget, ayah Dani, Zulkifli Aroni yang saat ini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Paledang Bogor, juga sangat kaget. "Saya tahu anak saya menjadi pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dari berita di televisi. Saya sangat kaget dan terpukul, kenapa anak saya nekad sampai mengorbankan dirinya," kata Zulkifli. Zulkifli sangat menyesalkan anaknya bertindak nekad hingga tewas.

Informasi yang dihimpun Antara Dani Dwi Permana, adalah remaja cerdas dari keluarga yang tidak harmonis. Keluarga Dani tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan klaster Chandraloka Blok DD-14, Parung, Bogor.

Ayahnya, Zulkifli Aroni, dipenjara di LP Paledang Kota Bogor sejak pertengahan 2008 karena terlibat pencurian brankas di kantor pemasaran di perumahan tempat dia tinggal. Sedangkan ibunya, Kartini, bekerja di Kalimantan sejak tahun lalu, sebelum ayahnya dipenjara.

Setelah ibu dan ayahnya tidak berada di rumah, remaja berusia 18 tahun tersebut lebih banyak tinggal di Masjid As Surur yang berada tidak jauh dari rumahnya. Di masjid tersebut ia membantu menjaga masjid bersama ustaz Saefuddin.

Setelah peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta, pada 17 Juli lalu, Dani tidak diketahui keberadaannya oleh warga Perumahan Telaga Kahuripan. Sedangkan Ustaz Saefuddin telah berpamitan kepada warga setempat untuk mengurus pesantren di Solo, sekitar Maret 2009. ant/ism

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA