Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

IAG: Perairan Mentawai Masih Simpan Potensi Gempa

Senin 22 Nov 2010 17:25 WIB

Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Ketua Ikatan Ahli Geologi Sumbar Ade Edwar mengatakan di sekitar wilayah perairan Mentawai masih ada energi yang tersimpan dan berpeluang menimbulkan gempa. "Setelah gempa yang berpusat Sikakap, Kabupaten Mentawai pada Senin (25/10) lalu, di sekitar perairan Mentawai masih tersimpan energi yang berpotensi untuk menimbulkan gempa, kata Ade Edwar, di Padang, Minggu.

Menurutnya, energi yang masih tersimpan tersebut dekat dengan perairan Mentawai atau sekitar pulau Siberut Kabupaten Mentawai. Energi itu masih berpotensi untuk menimbulkan gempa "Namun kapan energi sebesar itu akan dikeluarkan, kita belum bisa memastikan," katanya.

Gempa yang terjadi pada 25 Oktober 2010 lalu, yang skalanya 7,2 SR dan memicu terjadi tsunami, diperkirakan belum melepaskan semua kekuatan potensi gempa yang ada. Dia menambahkan, gempa itu sesungguhnya merupakan fenomena yang menunjukkan terjadinya proses pelentingan tepi lempeng Benua Eurasia yang tertekan oleh subduksi Lempeng Samudra Indo Australia. "Kecepatan desakan lempeng itu sekitar 60 mm per tahun. Jadi, kita tetap harus waspada pada datangnya gempa,"katanya.

Dia mengatakan, untuk mengurangi resiko korban jiwa akibat gempa disusul tsunami sangat diperlukan pemasangan peringatan dini (alat deteksi gempa). "Jika terjadi gempa alat tersebut akan berbunyi, cepat untuk evakuasi tempat yang aman," katanya.

Dia menambahkan, beberapa kota/kabupaten di Sumbar belum ada yang memasang alat deteksi gempa. Jangan hanya berharap buoy tsunami yang terpasang di Perairan Mentawai. "Padahal sistem peringatan dinis tsunami sangat bermanfaat untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa,"katanya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tidak terpicu isu-isu terkait gempa. "Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan menghindari bangunan tinggi, jika merasakan ada guncangan," kata Ade Edwar.

sumber : ant
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA