Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Bea Cukai Hadiri Pertemuan Pimpinan Pabean 22 Negara

Selasa 22 Mei 2018 14:22 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bea Cukai menghadiri merupakan pertemuan rutin tahunan pimpinan administrasi pabean 22 negara dan World Customs Organization (WCO) se Asia-Pasifik di Fiji pada 14-16 Mei 2018.

Bea Cukai menghadiri merupakan pertemuan rutin tahunan pimpinan administrasi pabean 22 negara dan World Customs Organization (WCO) se Asia-Pasifik di Fiji pada 14-16 Mei 2018.

Foto: Bea Cukai
Bea Cukai menyampaikan beberapa posisi penting Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai menghadiri pertemuan rutin tahunan pimpinan administrasi pabean 22 negara dan World Customs Organization (WCO) se-Asia-Pasifik di Fiji pada 14-16 Mei 2018. Pertemuan yang dihadiri 76 orang perwakilan pabean ini membahas beberapa draft laporan, update, dan endorsement untuk kegiatan Vice Chair Asia Pasifik oleh Fiji Customs.

Dalam acara itu juga digelar presentasi dan diskusi dengan dua kandidat sekretaris jenderal WCO, yaitu Kunio Mikuriya dari Jepang dan Pllar Julardo dari Spanyol. Dalam pembukaan oleh Sekjen WCO, disampaikan beberapa area yang menjadi prioritas tindak lanjut WCO, yaitu e-commerce, trade facilitation, security, illicit financial flows, customs-tax cooperation, performance measurement, dan revisi RKC. Isu akseksi dan potensi perdebatan telah ditindaklanjuti WCO dengan membuat working group on term of reference untuk menjadi agenda endorsement di Council Session Juni 2018 sehingga WCO akan fokus dalam isu teknis kepabeanan, tidak dalam isu politik. 

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Bea Cukai, Robert Leonard Marbun, menjelaskan pada pertemuan tersebut Bea Cukai menyampaikan beberapa posisi penting Indonesia. “Kami mengungkapkan apresiasi Indonesia untuk Regional Office for Capacity Building Asia/Pacific (RILO A/P ) yang turut mendukung capacity building Bea Cukai, serta tiga area prioritas capacity building Indonesia 2018, yaitu  e-commerce, trade facilitation, dan human resources development," katanya.

Robert juga menyatakan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan National Contact Point RILO A/P ke-30. Pertemuan itu direncanakan akan diadakan pada November 2018 di Lombok.

"Selanjutnya, kami juga memaparkan status terkini implementasi passenger analysis unit (PAU) dan passenger name record (PNR), perkembangan dan keberhasilan customs labs di Indonesia yang sangat berpotensi seperti Jepang dan Korea, dan perkembangan Customs Training Centre termasuk rencana marine-customs training centre di Indonesia,” katanya.

Rober melanjutkan, Bea Cukai juga diundang hadir dalam sesi khusus Working Group on Counter Terrorism, yang membahas kelanjutan rencana agenda workshop untuk middle-manager yang akan diselenggarakan pada September 2018 di Sydney, Australia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA