Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Untuk Stok Lebaran, PMI Yogya Buka Gerai Donor di Mal

Jumat 20 Aug 2010 02:53 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Arif Supriyono

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Untuk mencukupi stok kebutuhan darah menjelang lebaran tahun 2010 ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Yogyakarta akan membuka gerai-gerai donor darah di beberapa mal besar di kota tersebut. Pembukaan gerai di mal itu dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mendonorkan darahnya dan juga menggugah kesadaran masyarakat mendonorkan darahnya.

Menurut Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi PMI Cabang Kota Yogyakarta, Agun Gunadi, gerai akan dibuka di Ramai Mal, Malioboro Mal, dan Galeria Mal. Melalui ajang tersebut diharapkan PMI memiliki stok darah yang cukup banyak.

"Sebelumnya kita sudah menggelar donor darah di masjid dan gereja. Donor darah di tempat ibadah itu pun biasa kita lakukan malam hari. Biasanya setiap lokasi kita memperoleh sekitar 15 kantung darah," tuturnya, Kamis (19/8).

Hingga Agustus ini, aksi donor darah dilakukan di sejumlah masjid, yaitu Masjid Gede Kauman  dan Gereja Santo Petrus Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut hingga detik ini stok darah di PMI Cabang Yogyakarta relatif aman. Hanya saja, kata dia, PMI harus terus bergerilya melakukan aksi donor darah di tempat-tempat umum dan tempat ibadah di malam hari.

Ia menambahkan, selama bulan puasa terdapat peningkatan aksi donor darah di malam hari yang bisa dilakukan di lima hingga tujuh lokasi tiap pekannya. Hinggada Kamis, jumlah persediaan darah siap pakai yang tersedia di PMI Cabang Kota Yogyakarta adalah 28 kantong darah untuk golongan A, 28 kantong darah untuk golongan B, 32 kantong darah untuk golongan O, dan 10 kantong darah untuk golongan AB.

Jumlah persediaan darah tersebut sebenarnya lebih banyak, karena masih ada darah yang sedang diproses agar siap pakai. Harga darah per kantung saat ini mencapai Rp 250 ribu.

Kebutuhan darah di Kota Yogyakarta, ujarnya, setiap bulannya mencapai 8.000 kantong. Namun,  hingga saat ini kebutuhan tersebut baru tercukupi sekitar 50 persen saja atau skeitar 4.000 kantong darah/bulannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA