Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Bandung Dilanda Angin Kencang dan Hujan Es

Jumat 06 Mar 2009 05:09 WIB

Red:

BANDUNG--Setelah beberapa hari ini udara di Kota Bandung terasa panas, pada Kamis (5/3) angin kencang dan hujan es melanda Kota Bandung. Hujan es, terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Butiran es disertai angin kencang, di antaranya bisa dirasakan di Jl Riau, Jl Lombok, Ahmad Yani, Supratman dan lain-lain sekitar 10 menit. Namun, hujan deras disertai angin kencang baru reda sekitar pukul 15.30 WIB.

Selama angin kencang dan hujan es, udara di Kota Bandung pun terlihat seperti berkabut. Jadi, banyak kendaraan yang memilih menepi menunggu hujan dan angin kencang itu berhenti. Terutama, pengendara motor. Angin kencang, mengakibatkan beberapa pohon di Kota Bandung tumbang. Ranting-ranting pohon, terlihat berserakan di jalan raya. Salah satu pohon yang tumbang, terletak di Jl Riau depan rumah makan Ampera. Selain pohon, plang warung bakso Malang yang terletak di Jl Riau pun jatuh.

''Hujan es itu fenomena biasa yang sifatnya insidental bisa terjadi di satu titik karena sebelum hujan ada pemanasan yang cukup kuat,'' ujar Kepala Badan Metrologi dan Geofisika (BMG) Kota Bandung, Jaya Murjaya, kepada Republika, Kamis (5/3).

Hujan es, sambung Jaya, bisa terjadi karena pemanasan yang cukup kuat akan menimbulkan awal konfektif yang kuat sampai ke ambang batas lapisan pembekuan. Karena melewati lapisan beku, maka uap air yang terjebak itu akan membeku. Semakin lama, akan semakin berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan es.

Namun, kata dia, es yang jatuh itu sudah mengalami gesekan dengan udara jadi tidak besar lagi. Es yang jatuh, justru sisa dari gesekan yang tidak habis menjadi air makanya bentuknya kecil-kecil seperti kerikil.''Hujan es itu sifatnya lokal, hanya terjadi di daerah yang pemanasannya cukup tinggi. Jadi, belum tentu semua wilayah di Kota Bandung hujan es juga,'' katanya.

Sedangkan angin kencang, kata Jaya, bisa terjadi di Kota Bandung karena perbedaan tekanan udara panas ke dingin. Jadi, akan menimbulkan aliran udara yang dorongannya cukup kuat.

Menurut Salma (16 tahun) warga Jl Gatot Subroto, baru kali ini dirinya mengalami hujan es. Karena, di Bandung memang jarang terjadi. Awalnya, kata dia, saat angin bertiup kencang disertai sambaran petir, dirinya merasa takut. Jadi, tidak melanjutkan perjalanan dengan motornya dan memilih untuk berteduh.''Awalnya, takut banget soalnya kan seperti badai angin kencang disertai petir. Tapi, pas liat banyak es berjatuhan malah jadi takjub nggak takut lagi,'' ujar Salma yang mengaku baru pulang sekolah itu. kie/kpo

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA