Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Usai Kecam Pentagon, Jubir Kemlu AS Mundur

Senin 14 Mar 2011 11:51 WIB

Red: Djibril Muhammad

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Philip Crowley

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Philip Crowley

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Philip Crowley mengundurkan diri pada Ahad (13/3) setelah mencela 'kontraproduktif' karena perlakuan Pentagon kepada tersangka tentara AS yang membocorkan dokumen militer dan kabel diplomatik ke WikiLeaks. "Berdasarkan dampak dari komentar saya, yang sepenuhnya saya bertanggung jawab, saya telah menyampaikan pengunduran diri saya sebagai Asisten Menteri untuk Urusan Publik dan Juru Bicara untuk Kementerian Luar Negeri," kata Crowley dalam pernyataan yang disiarkan oleh Kemlu AS.

Crowley melepas bahasa diplomatisnya pada Jumat saat ditanya mengenai 'penyiksaan' AS terhadap Prajurit Kelas Satu Bradley Manning dalam diskusi media baru dan diplomasi di Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Manning, 23 tahun, ditahan pada Juni saat bertugas di Irak ditengah dugaan ia telah menyebar sejumlah dokumen rahasia pemerintah AS, jejaring peniup pluit, yang kemudian dipublikasikan dan dapat dilihat oleh seluruh dunia.

Crowley mengatakan perlakuan Kementerian Pertahanan kepada Manning, termasuk kurungan soliter dan dipaksa tidur dalam keadaan telanjang, "merupakan menggelikan dan kontraproduktif dan bodoh," tulis wartawan BBC Philippa Thomas pada blognya. "Meski demikian, Bradley Manning berada di tempat yang tepat," kata Crowley, menambahkan terkadang ada perlu memiliki kerahasiaan untuk mengembangkan kepentingan diplomatik AS.

Kemudian pada hari itu Obama menegaskan bahwa perlakuan Pentagon terhadap Manning sudah layak. Pada 2 Maret, pihak militer AS menyebutkan ada 22 tuduhan tambahan terhadap Manning di antaranya pelanggaran serius, membantu musuh, yang berpotensi mendapatkan hukuman mati. Tetapi pihak Angkatan Bersenjata mengatakan ia kemungkinan akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Dalam pernyataannya pada Ahad, Crowley mengatakan komentarnya dimaksudkan untuk menekankan langkah lebih luas, bahkan dampak strategis dari kerahasiaan yang dilakukan setiap hari oleh banyak badan keamanan nasional dan pengaruhnya terhadap posisi global dan kepemimpinan AS.

Menlu AS Hillary Clinton mencatat pengabdian lama Crowley kepada pemerintah AS saat menerima pengunduran dirinya "dengan rasa menyesal." "Crowley telah mengabdi kepada negara kita dengan hormat selama lebih dari 30 tahun, dalam seragam dan sebagai orang sipil," kata menlu.

"Pengabdiannya kepada negara termotivasi oleh kesetiaan mendalam terhadap kebijakan publik dan diplomasi publik, dan saya mendoa ia yang terbaik," tambahnya. Crowley, berasal dari Massachusetts, pernah mengabdi di bawah mantan presiden Bill Clinton sebagai staf Dewan Keamanan Nasional (NSC).

Crowley tercatat mengabdi 26 tahun di Angkatan Udara, pensiun pada 1999 dengan pangkat kolonel. Ia merupakan veteran Perang Teluk pertama. Michael Hammer, saat ini merupakan wakil jubir di Kemlu AS, akan menjadi penjabat jubir.

"Mike Hammer akan melaksanakan pekerjaan yang hebat sebagai penerus saya kepada Kemlu," kata Crowley pada Ahad dalam pesan di jejaring mikroblog Twitter. "Dia dan saya pernah kerja bersama 12 tahun sebagai staf NSC di Gedung Putih," tulisnya.

Dalam pesan Twitter lain, Crowley mengatakan ia dan Hammer "bekerja sama setiap hari selama dua tahun pertama kabinet itu dan saya senang Mike menerima tawaran untuk kembali ke Kemlu," tulisnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA