Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Pengebom Swedia Kuliah & Tinggal di Inggris

Senin 13 Dec 2010 23:04 WIB

Red: Djibril Muhammad

Ledakan bom mobil di Stockholm, Swedia

Ledakan bom mobil di Stockholm, Swedia

Foto: BBC

REPUBLIKA.CO.ID, Seseorang yang mengklaim jaringan Al Qaeda mengungkapkan dalam websitenya bahwa pelaku pengeboman Swedia kuliah dan tinggal di Inggris. Taymour Abdel Wahab, teridentifikasi oleh website Shumukh al-Islam sebagai dalang dari pengeboman yang terjadi di Stockholm, Sabtu (11/12) kemarin. Taymour Abdel Wahab dilaporkan kuliah di Universitar Bedfoshire di Luton, utara London.

Pria yang diduga sebagai tersangka dalam pengeboman tersebut, meninggal di tempat saat ledakan, tidak lama berselang ledakan juga terjadi di dekat lokasi yang menewaskan dua orang. Ledakan terjadi di dekat toko penjualan pernak-pernik pohon natal, yang berada di pusat kota. Taymour Abdel Wahab kuliah di nuviersitas tersebut meneruskan menetap di kota, sekitar 50km utara london, dalam beberapa tahun, seperti dilaporkan The Guardian, The Daily Mail dan The Daily Telegraph.

Isti dan anak Taymour Abdel Wahab, masih menetap di Luton. "Saya sering menemuinya beberapa kali. Dia tidak mengatakan banyak, tetapi terlilhat sangat baik. Saya sering melihat dia berjalan bersama anakanya," tutur Tahir Hussain, 33, supir taxi, yang tinggal dekat dengan Taymour Abdel Wahab, tulis The Telegraph.

"Saya sangat terkejut ketika mendengarnya. Apa yang terjadi?. Saya tidak dapat menyangka bahwa dia dapat melakukan itu," tambahnya lagi.

Seperti diketahui sebelumnya, pusat perbelanjaan Stockholm, Swedia, Sabtu (11/12) dikejutkan oleh dua ledakan bom yang diduga bunuh diri. Bom pertama adalah bom mobil yang meledak di parkiran pinggir jalan. Bom kedua meledak sekitar 10 menit kemudian di dekat pertokoan.

Seorang tewas, yang diperkirakan pengebom bunuh diri, dan dua warga setempat luka ringan. Polisi menemukan paku berserakan yang ingin digunakan untuk menambah daya rusak bom, di lokasi kejadian.

Ini adalah bom bunuh diri pertama di Swedia. Disinyalir, bom ditujukan untuk Swedia yang mendukung Amerika Serikat di perang Afghanistan dan pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di koran Swedia pada 2007.

Badan Intelejen Swedia, Sapo, enggan berkomentar terkait laman yang mengungkap kemungkinan terduga pengebom ini. "Kami tidak berkomentar apapun terkait identitas individu yang tewas di lokasi pengeboman," kata juru bicara Sapo, Carolina Ekeus.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA