Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Bom di Swedia

Militer Swedia Sudah Mencium akan Ada Serangan Bom

Senin 13 Dec 2010 23:00 WIB

Red: Stevy Maradona

Situasi pusat Kota Stockholm pascaledakan bom

Situasi pusat Kota Stockholm pascaledakan bom

Foto: Scanpix

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM--Serangan bom di Swedia ternyata sudah diketahui oleh militer Swedia beberapa jam sebelumnya. Seorang staf militer Swedia mengatakan ia menerima pesan untuk menghindari area pusat kota Stockholm sebelum serangan terjadi.

"Sebisa mungkin hindari daerah Drottninggatan hari ini (Sabtu 11/12). Banyak hal bisa terjadi di sana, asal tahu saja," demikian pesan yang diterima si staf militer yang identitasnya dirahasiakan itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Swedia, TT.

Juru bicara militer Swedia, Jonas Svensson, mengaku ia tidak mengetahui keberadaan pesan itu. "Saya baru mendengarnya sekarang. Saya cek dulu informasinya," kata Jonas, saat dikonfirmasi.

Belakangan, militer Swedia menyatakan tidak mengetahui pasti kapan serangan akan dilakukan atau apakah serangan akan terjadi. Militer Swedia melemparkan masalah ini ke Badan Intelejen Swedia, Sapo. "Kalau benar yang dikatakan staff itu, maka yang bertanggungjawab adalah Sapo, mereka harusnya memberitahu," kata juru bicara militer lainnya, Erik Lagersten.

Pusat perbelanjaan Stockholm, Swedia, Sabtu (11/12) dikejutkan oleh dua ledakan bom yang diduga bunuh diri. Bom pertama adalah bom mobil yang meledak di parkiran pinggir jalan. Bom kedua meledak sekitar 10 menit kemudian di dekat pertokoan.

Seorang tewas, yang diperkirakan pengebom bunuh diri, dan dua warga setempat luka ringan. Polisi menemukan paku berserakan yang ingin digunakan untuk menambah daya rusak bom, di lokasi kejadian.

Ini adalah bom bunuh diri pertama di Swedia. Disinyalir, bom ditujukan untuk Swedia yang mendukung Amerika Serikat di perang Afghanistan dan pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di koran Swedia pada 2007.

sumber : the Local
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA