Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Jamaah Haji Diminta Selalu Waspada

Rabu 13 Oct 2010 22:26 WIB

Red: Djibril Muhammad

Calon Jamaah Haji Indonesia

Calon Jamaah Haji Indonesia

Foto: WASPADA.CO.ID

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH--Wakil Ketua II Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Pengamanan, Chambali minta jemaah calon haji Indonesia selama berada di tanah suci meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah awal antisipasi terhadap kejadian tak diinginkan.

Ritual haji pada musim haji 1431 H/2010 M diperkirakan akan diikuti tiga juta orang dari berbagai negara, termasuk dari tanah air sekitar 221 ribu ditambah 3500 petugas sehingga hal itu akan menimbulkan kerawanan bagi keamanan jemaah haji, kata Chambali di Jeddah, Rabu (13/10).

Ia menjelaskan, pada dasarnya pengamanan jemaah haji di tanah suci menjadi tanggung jawab pemerintah Kerajaan Arab Saudi selaku khadimul kharamain (pelayan dua kota suci: Mekkah dan Madinah). Tapi, lanjut dia, mengingat yang mengikuti ritual haji demikian banyak, maka tugas pengamanan itu tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah setempat tanpa keikutsertaan petugas yang merupakan perwakilan dari negara asal.

Untuk itulah, guna menciptakan rasa nyaman bagi jemaah haji dalam melaksanakan ritual haji di tanah suci, perlu upaya konkret untuk memperkecil kemungkinan munculna keadaan yang tak diinginkan untuk keselamatan jiwa, harta, dokumen, kegiatan ibadah, transportasi, pemondokan, katering dan lingkungan tempat tinggal guna memberikan suasana aman, ia menjelaskan.

Bidang pengamanan, katanya, mengerahkan 33 orang petugas yang berasal dari TNI- AD (11 orang), TNI- Al (6), TNI AU (6), Polri (10) dan Pramuka (15). Jumlah personil sebanyak itu disebarkan di Jeddah (4), Madinah (dua di Daerah Kerja/Daker, dan 8 di pos sektor. Sedangkan di Makkah dua di kantor Daker dan tujuh sektor.

Khusus Makkah, ada tujuh sektor yang bekerja secara mobile, bergerak karena dikhususkan menangani jemaah di seputar Masjidil Haram. Untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional di lapangan, telah ditunjuk ketua penanggung jawab di tiap kota.

Di Makkah sebagai penanggung jawab pengamanan dipercayakan kepada Firman Hakim, di Madinah Kasmudi dan Jeddah adalah Chambali. Khusus untuk pengamanan sektor khusus di Masjidil Haram dipercayakan kepada Ali Saifudin. Ia mengatakan, jika dilihat komposisi jumlah jemaah haji dan petugas pengamanan, sangat terasa tidak ideal. Namun berapa rasio yang tepat, Chambali tak bisa memastikan.

Tapi, yang penting, jemaah haji Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan yang baru dikenal. Di lingkungan petugas pengamanan, katanya, telah dilakukan sosialisasi berupa "self secure (pengamanan diri sendiri) lebih dahulu baru kemudian mengamankan orang lain dalam pelaksanaan tugasnya.

Reaktif terhadap seluruh kejadian di lapangan dan menyelesaikan seluruh persoalan sesuai porsi kewenangan tugas dan tanggung jawab. Cegah dini, sikap antisifatif terhadap berbagai gejala. Selalu waspada. Yang lebih penting lagi, tidak menarik perhatian.

Sebagai petugas hendaknya tak berpenampilan aneh-aneh , berperilaku dan bertindak wajar, tak berlebihan dalam penyelesaian tugas, agar tak kontraproduktif. Selain itu, mengembangkan "body system", tak bertindak sendiri namun meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaan tugas di lapangan, ia menjelaskan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA