Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Pemkot Bekasi Terima Surat Resmi Keputusan HKBP-PTI

Sabtu 25 Sep 2010 03:20 WIB

Rep: C32/ Red: Budi Raharjo

Masyarakat menolak pendirian gereja HKBP di Bekasi

Masyarakat menolak pendirian gereja HKBP di Bekasi

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI--Pemerintah kota Bekasi telah menerima surat resmi keputusan dari jemaat Huria Kristen Batak Protestan Pondok Timur Indah (HKBP-PTI) Bekasi, Jumat (24/9).

"Alhamdulillah HKBP sudah menyetujui tawaran pemkot Bekasi dan surat resmi dari HKBP untuk wali kota dan wakil wali kota Bekasi sudah kami terima siang ini" ujar Pelaksana Harian (PLH) Sekertaris Daerah Kota Bekasi, Dudy Setiabudhi saat ditemui di depan kantor pemkot Bekasi, Jumat (24/9) siang.

Surat dari HKBP-PTI nomor 037/HKBP/PTI/JKT.2/IX/2010, ditandatangani oleh Pendeta Luspida Simanjuntak, itu menyatakan menerima saran pemerintah daerah menggelar kebaktian di bekas gedung Organisasi Pemenangan Pemilu (OPP) jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur.

Serta menerima tawaran membangun gereja di lahan fasilitas khusus/ fasilitas umum seluas 2.500 meter persegi di Blok 18 PT Timah RT 02/ RW 02, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi.

Juru bicara Pemerintah Kota Bekasi Endang Suharyadi, mengatakan kegiatan kebaktian HKBP akan difasilitasi pemkot Bekasi. Gedung tersebut telah dibersihkan dan disewakan 200 kursi dan disiapkan podium untuk pendeta.

Pihak pemkot juga menyediakan bus untuk mengangkut jemaat dari Pondok Timur Indah ke OPP. "Setiap pekan akan kami sediakan," kata Endang.

Endang mengatakan pemkot meminta pengurus gereja HKBP memindahkan kursi yang digunakan kebaktian di rumah yang telah disegel di jalan Puyuh Raya Nomor 14 Perumahan Pondok Timur Indah, tetapi pihak gereja menolak.

Sementara personil pengamanan untuk jemaat HKBP-PTI yang dikerahkan mengamankan kebaktian Ahad besok, hanya sekitar 30 personil dari sebelumnya mencapai 700 personil gabungan. Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Komisaris Besar Imam Sugianto, mengatakan personil yang dikerahkan hanya dari tingkat kepolisian sektor saja.

Alasannya pihak HKBP-PTI sudah menerima tawaran pemerintah daerah untuk kebaktian di gedung eks-OPP. "Petugas gabungan dalam jumlah banyak hanya on call, dilibatkan jika terjadi keributan," kata Imam ketika dihubungi wartawan, Jumat (24/9).

Menurut Imam kebaktian pada Ahad nanti akan berlangsung aman sebab semua pihak telah menyetujui tawaran yang diberikan pemkot Bekasi. "Insyaallah aman," katanya.

Imam mengatakan meskipun sampai Jumat (24/9) siang pengurus HKBP belum mengirim surat permintaan pengamanan kepada polisi, pihaknya tetap akan mengerahkan petugas keamanan sesuai kebijakan pemkot Bekasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA