Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Proyek Molor, Arus Mudik Tidak Terganggu

Rabu 25 Aug 2010 23:17 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Sadly Rachman

EMBED

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Molornya proyek pembangunan jalan dibeberapa titik yang bersinggungan dengan jalur mudik dijamin Kementerian Pekerjaan Umum tidak akan  mengganggu arus mudik tidak akan terganggu.Proyek jalan yang belum selesai saat mudik tiba akan dihentikan dan diupayakan tidak menganggu arus lalu lintas.

Dirjen Bina Marga, Kemen PU, Djoko Marjanto saat temu media yang berlangsung di Gedung Bina Marga, Kemen PU, Jakarta, Rabu (18/8), memastikan bahwa arus mudik tidak akan terganggu meski terdapat sejumlah pembangunan dan perban jalan yang belum selesai.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, terdapat sejumlah titik proyek pembangunan jalan yang bersinggungan dengan jalur mudik. Titik itu tersebar di Sumatera dan Jawa. Adapun titik proyek yang belum selesai di Sumatera adalah pekerjaan perbaikan Gorong-gorong yang berlokasi di jalan raya Bakauheni-Kalianda KM 80 dan perbaikan jalan yang berlokasi di jalan Bakauheni-Ketapang. Perbaikan kedua titik ini baru selesai pada tahun 2011.

Khusus pulau Jawa, proyek yang bersinggungan langsung dengan jalur mudik adalah proyek pembangunan Fly Over Pelabuhan Merak. Fly Over ini memiliki panjang 961 meter dan lebar 7 meter. Proyek ini mulai dibangun November 2009 dan direncanakan selesai 2011. Tujuan dibangun proyek ini adalah untuk memperlancar arus lalu lintas baik penumpang maupun barang dari dan ke Sumatera dan Jawa. Menurut data terakhir yang dikeluarkan Dirjen Bina Marga perkembangan pembangunan hingga minggu pertama Agustus 2010 mencapai 36.96 persen.

Tak jauh dari pelabuhan Merak adalah proyek perbaikan jalan tol Merak-Jakarta. Terdapat sejumlah titik seperti pada akses tol Serang Barat, dan beberapa titik lain mengalami penyempitan. Meski begitu, proyek ini H-10 bisa digunakan sepenuhnya.

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA