Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Otopsi Diharapkan Bisa Ungkap Penyebab Kematian Wartawan Kompas

Selasa 27 Jul 2010 05:03 WIB

Rep: C29/ Red: Budi Raharjo

Muhammad Syaifullah

Muhammad Syaifullah

Foto: Dokumentasi pribadi yang diambil dari akun almarhum

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Hasil otopsi jenazah Kepala Biro Kompas di Kalimantan, Muhammad Syaifullah, dinilai sebagai kunci menyibak tabir kematiannya yang hingga kini masih misterius. Redaktur Pelaksana Kompas, Budiman Tanuredjo, mengatakan itu saat dihubungi, Senin (26/7).

''Kami masih menunggu hasil otopsi,'' tuturnya. Tim investigasi Kompas juga diterjunkan untuk mengungkap kematian wartawannya. Dirinya belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematiannya. Budiman juga belum bisa menyimpulkan apakah kematiannya terkait dengan investigasi Syaifullah terhadap pertambangan batu bara di Kalimantan 25 Januari lalu.

Menurutnya, berita itu sudah termuat. Apakah kematiannya terkait dengan pemberitaan itu, dirinya masih menunggu hasil otopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Dirinya kurang setuju bila kematiannya disebabkan kelebihan dosis obat sebagaimana diungkapkan kepolisian Balikpapan. ''Tidak bisa hanya sampai di situ, sementara otopsi belum selesai,'' imbuhnya.

Budiman berharap kepolisian dapat menyelidiki kasus ini dengan serius. Hasil otopsi jenazah almarhum juga diharap cepat selesai agar pengungkapan kasus kematian almarhum terungkap.

Dirinya mengenal Syaifullah sebagai orang yang santun. Dia manis bertutur kata dan jarang emosi. Namun demikian, produk jurnalistiknya kerap membuat marah orang lain, seperti hasil investigasinya tentang tambang batu bara yang dimuat Kompas 25 Januari lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA