Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Berenang Picu Kanker, Kok Bisa?

Sabtu 24 Jul 2010 02:20 WIB

Rep: Agung Sasongko/telegraph/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Ilustrasi

Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Apa hubungan antara berenang dan kanker? Ini patut diwaspadai terutama bagi mereka yang rutin mengoleskan krim tabir surya sesaat sebelum berenang.

Penggunaan krim anti matahari dan ragam jenis krim lainnya saat berenang tanpa disadari menciptakan campuran kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Hasil riset mengungkap campuran kimia dari krim pelindung kulit ditambah cairan anti kuman serta urin meningkatkan resiko perenang terkena kanker dan asma. Riset juga mengungkap mutasi antar senyawa kimia ini juga berpengaruh terhadap proses penuaan kulit dan cacat lahir.

Sebelumnya, tim riset dari University of illinois mengambil contoh air dari sejumlah kolam renang. Selanjutnya, contoh air tersebut dibandingkan dengan air keran. Oleh peneliti, kedua contoh air dianalisa dengan menggunakan teknologi DNA.

Hasilnya cukup mengejutkan, peneliti mencatat air yang berasal dari kolam air menyebabkan kerusakan pada sel manusia. "Setiap sumber air yang diteliti memiliki zat kimiawi yang berasal dari daun membusuk, mikroorganisme yang telah mati dan mahluk hidup yang telah mati," ungkap pemimpin riset, seorang guru besar Genetika, Michael Plewa, Jum'at (23/7).

Selain itu, ungkap dia, air yang bersumber dari kolam renang juga terdapat senyawa kimia yang berasal dari kosmetik rambut, kulit, urin serta ditambah cairan anti kuman. Karena itu, kata dia, sumber air yang dari kolam renang sangat berbeda dengan sumber air alami.

"Riset ini membandingkan penggunaan metode pembunuh kuman dan kondisi lingkungan. Hasilnya, air yang berasal dari kolam renang merupakan sumber air yang bisa merusak sel manusia," tegasnya.

Plewa menyarankan agar pengelola kolam renang harus memilih cairan anti kuman dalam pemeliharaan kolam renang. Kata dia, metode yang terbaik untuk membunuh kuman dengan aman adalah menggabungkan penggunaan sinar UV dan klorin.

Perenang, imbuh dia, juga bisa membantu mengurangi cairan kimia berbahaya dan kuman dalam kolam renang dengan membias tubuh lebih dulu di bawah shower sebelum masuk kolam. "Pengelola kolam renang juga harus lebih keras mengingatkan kepada pengunjung untuk tidak sembarang membuang urin," pungkasnya.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA