Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

PMI Jakarta Kekurangan 1,5 Kantung Darah

Sabtu 17 Jul 2010 07:43 WIB

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemenuhan darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) ternyata belum sepenuhnya bisa diatasi, dan setiap tahun di Jakarta, PMI kekurangan darah mencapai 1,5 juta kantung.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, saat meresmikan Gerai Unit Donor Darah (UDD) dan Aksi Donor Darah PMI di lantai 12 A, Pusat Grosir Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (16/7).

"Jakarta masih kekurangan darah apalagi darah tertentu seperti golongan darah A. Di tingkat nasional sendiri idealnya stok kantong darah adalah 2 persen dari jumlah penduduk yaitu 4,8 juta kantong darah. Sejauh ini PMI baru bisa mengumpulkan sebanyak 1,9 juta kantung darah. Jadi masih kurang sekitar 3 juta kantung darah," jelas Jusuf Kalla.

Kekurangan tersebut menurut Jusuf Kalla bisa diatasi PMI dengan memilih mekanisme jemput bola,seperti penyelenggaraan kegiatan donor darah serta pembukaan gerai permanen donor darah di tempat publik seperti di mal.

Diresmikannya Gerai UDD di Pusat Grosir Blok A Tanahabang bertujuan untuk mendekatkan donor darah kepada masyarakat luas sehingga menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Oleh karena itu program pembangunan.

Gerai UDD di mal dan kampus menjadi salah satu upaya PMI untuk mencapai jumlah 4,8 juta kantung darah yang menjadi kebutuhan masyarakat secara nasional. "Gerai UDD di Pusat Grosir Blok A Tanahabang ini diresmikan berdekatan dengan bulan puasa, karena kekurangan stok darah biasa terjadi jelang bulan puasa. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mendonor di bulan puasa,? tutur Jusuf Kalla.

Gerai UDD seluas sekitar 120 meter persegi itu merupakan tindak lanjut dari program Gerai UDD di Mal Senayan City.
Dalam waktu dekat,Gerai UDD juga akan dibuka di Universitas Trisakti, Mal Makassar, Universitas Hasanudin (Makassar),Olypic Garden Malang, Universitas 17 Agustus 1945 (Surabaya), dan Universitas Jember.

Nantinya Gerai UDD akan beroperasi setiap hari selama 8 jam dengan target minimal 50 pendonor setiap hari. Selama beroperasi,Gerai UDD akan dilengkapi dengan petugas pengambil darah,dokter, dan kursi donor.

Peran PMI dalam melakukan pelayanan donor darah sesuai dengan PP No18/1980. Sejauh ini sebagian besar darah diperoleh dari Donor Darah Sukarela sebanyak 83% dan sisanya 17% dari Donor Darah Pengganti.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA