Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Pemilihan Ketum Muhammadiyah Diharapkan tak Melalui Voting

Rabu 07 Jul 2010 01:19 WIB

Rep: MY1/ Red: Budi Raharjo

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Bachtiar Effendi, mengharapkan pemilihan Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak dilakukan melalui voting. Dia menginginkan pemilihan ketum dilakukan melalui musyawarah mufakat.

Pernyataan tersebut menanggapi berkembangnya rumor seputar pemilihan ketum setelah terpilihnya formatur 13 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Diakuinya, tidak ada aturan yang melarang penggunaan voting dalam pemilihan ketum Muhammadiyah. Voting, ujarnya, dapat diambil sebagai alat terakhir jika musyawarah tidak menghasilkan kesepakatan.

''Ini hanya memilih satu orang dari 13 orang, sehingga saya harap menggunakan cara-cara musyawarah,'' jelasnya kepada wartawan di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (6/7).

Pemilihan ketum melalui voting, ujarnya, bisa menimbulkan berbagai kesan terhadap Muhammadiyah. Dia menambahkan, pemilihan melalui voting bisa menimbulkan kesan bahwa Muhammadiyah kurang percaya diri dengan tata cara musyawarah. Padahal dalam kepemimpinan, Effendi berujar, Muhammadiyah bersifat kolegial,  yakni kepemimpinan bersama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA