Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Surau Pendiri Muhammadiyah Diresmikan

Sabtu 03 Jul 2010 21:10 WIB

Red: Agus Husni

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto meresmikan surau pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, yang terletak di Kampung Kauman Yogyakarta.

"Dari tempat kecil di Kampung Kauman ini, memunculkan sebuah gagasan besar dari Kyai Haji Ahmad Dahlan untuk memajukan bangsa dengan sebuah organisasi yang bernafaskan Islam, yaitu Muhammadiyah," kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat meresmikan surau tersebut .

Menurut dia, surau berlantai dua tersebut dapat diusulkan untuk dijadikan sebagai sebuah museum yang akan mengingatkan seluruh generasi tentang sejarah, nilai-nilai dan pemikiran dari KH Ahmad Dahlan untuk terus memajukan bangsa.

Melalui Muktamar Satu Abad Muhammadiyah yang akan digelar di Yogyakarta pada 3-8 Juli mendatang, lanjut dia, perlu diusulkan agar surau ini menjadi museum Muhammadiyah.

"Surau ini bisa dijadikan sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Anak-anak biasanya akan mengingat secara lebih baik apabila melihat sesuatu secara dimensional," katanya.

Ia menyatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah karena sejarah dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran bangsa agar tidak mengulang kesalahan untuk kedua kalinya.

Selain meresmikan surau, dalam kesempatan tersebut Wali Kota Yogyakarta sekaligus meresmikan Padepokan KH Ahmad Dahlan yang berlokasi di Jalan Kyai Mojo.

Wali Kota kemudian menyerahkan sertifikat tanah padepokan tersebut kepada cucu tertua KH Ahmad Dahlan, Istiwanah.

Setelah mendapatkan tanah seluas 881 meter persegi dari Presiden Soekarno, 48 tahun yang lalu, tanah tempat padepokan tersebut berdiri belum memiliki sertifikat.

Pusat Pendidikan

Sementara itu, Muhammad Istironi sebagai perwakilan keluarga KH Ahmad Dahlan menyatakan, proses renovasi surau dan padepokan KH Ahmad Dahlan tersebut telah selesai 100 persen meskipun saat ini masih ada sejumlah pekerjaan pemeliharaan.

"Salah satunya tinggal mengecek instalasi listrik serta pekerjaan kecil lainnya," katanya.

Selain difungsikan sebagai tempat ibadah, surau tersebut juga dijadikan sebagai perpustakaan, ruang audio visual, dan juga ruang serba guna, sedang padepokan difungsikan sebagai pusat pendidikan bagi generasi muda Muhammadiyah.

"Surau dan padepokan itu kemudian dikelola oleh Yayasan KH Ahmad Dahlan, dan berharap yayasan ini dapat menjadi penerus cita-coita Ahmad Dahlan," katanya.

Surau dan padepokan tersebut direnovasi dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogyakarta 2010 sekitar Rp500 juta.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA