Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Ini Dia, Raja Petualang Sepeda Indonesia

Senin 21 Jun 2010 23:23 WIB

Rep: Antara/ Red: Budi Raharjo

Bambang Hertadi Mas di Punta Arenas Argentina

Bambang Hertadi Mas di Punta Arenas Argentina

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Indonesia ternyata mempunyai seorang petualang sepeda yang jempolan. Tak hanya beraksi di dalam negeri, petualang yang satu ini bahkan sudah mengelilingi dunia untuk memuaskan hasratnya bersepeda.

Uniknya, petualang yang bernama Bambang Hertadi Mas alias Paimo ini tak bisa dibilang masih muda. Usianya kini telah mencapai 52 tahun dan dia masih setia menjalani petualangannya. Bahkan, Paimo kini sedang bersepeda melintasi separuh Benua Eropa dari Kota Brussel di Belgia melintasi Prancis, Spanyol, Portugal, dan akan berakhir di Casablanca, Maroko.

Paimo secara resmi mengawali petualangan seorang dirinya dari KBRI di Brussel di Boulevard de la Woluwe, Sabtu akhir pekan lalu. Kabar petualangan itu disampaikan Minister Counsellor KBRI Brusel, PLE Priatna. ''Mengagumkan dan unik, warga Indonesia di usia yang tidak muda lagi, memilih Brussel sebagai titik tengah untuk bersepeda sepanjang 3.230 kilometer selama kurang lebih 60 hari,'' ujarnya kagum.

Paimo selalu bersepeda sekaligus memperkenalkan Indonesia di mancanegara. ''Saya bersepeda untuk celebrate life. Untuk menikmati dan mengagumi kehidupan,'' ucap Paimo yang dilahirkan di Malang tahun 1958 itu. ''Saya memiliki teman-teman cyclist yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Eropa.''

Sebelum melanglang ke Eropa, pada tahun 2009, Paimo juga pernah melakukan perjalanan bersepeda melintasi Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Laos. Mengawali 'karir' bersepedanya sejak awal era 80-an, dia membawa sepedanya ke puncak 11 gunung yang berbeda, di dunia, termasuk di Gunung Kilimanjaro, Tanzania.

Rekor jarak terjauh yang pernah ditempuhnya adalah ketika pada tahun 2005, menempuh jarak 5.400 kilometer dari kota La Paz di Bolivia hingga ke kota Punta Arenas di Argentina, yang merupakan titik paling selatan di benua Amerika. ''Bersepeda merupakan obsesi saya sejak dulu,'' tuturnya.

Ketika diwisuda sebagai sarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986, dia menaikkan sepeda ke atap gedung aula ITB. Dilepas secara resmi oleh Kuasa Usaha ad interim KBRI Brusel, dia memulai kayuhannya menutu ke kota Mons, yang terletak 60 kilometer di sebelah barat laut Brussel. Di sana dia akan bermalam untuk melanjutkan perjalanan menuju Prancis.

Dia dijadwalkan kembali ke Indonesia pertengahan Agustus 2010. ''Bersepeda itu sehat. Saya senang dapat bersepeda sekaligus promosi Indonesia di mancanegara,'' pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA