Monday, 21 Jumadil Akhir 1443 / 24 January 2022

Indonesia Meminta Penambahan Jadwal Penerbangan Haji

Rabu 12 May 2010 01:58 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Sadly Rachman

EMBED

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Sekjen kementerian Agama, Bahrul Hayat disela rapat Panja Badan Penyelenggaraan Ibadah Haji mengatakan pemerintah Indonesia berencana meminta Kerajaan Arab Saudi untuk memperbolehkan penambahan slot penerbangan dari semula 10 menjadi 18 Slot perhari. Penambahan itu dimaksudkan untuk mempersingkat waktu pemberangkatan, pemulangan, dan tinggal jamaah haji.

Bahrul menjelaskan, dengan penambahan slot penerbangan menjadi 18 kali, waktu penerbangan untuk pemberangkatan seluruh kloter bisa dipersingkat dari 30 menjadi 28 hari. Selain itu, waktu tinggal jamaah haji bisa diperpendek dari 22 menjadi 21 hari.

Bahrul menambahkan, Kendati meminta penambahan, pihak Arab Saudi baru menyanggupi penambahan sekitar 10-12 slot penerbangan. Alasannya, pada musim haji, bandara Jeddah mengalami kepadatan ketibaan maskapai jamaah haji dari berbagai negara.

Selain meminta penambahan slot penerbangan, Pemerintah juga meminta Kerajaan Arab Saudi merealisasikan kesepakatan penambahan gerbang pemulangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, bagi jamaah haji Indonesia. Penambahan ini bertujuan menghindari terulangnya penumpukan antrian jamaah seperti terjadi tahun lalu.

Bahrul menyebutkan, pemerintah Indonesia menginginkan pembukaan dua gerbang pemulangan jamaah. Menurut Bahrul, Berdasarkan nota kesepahaman, Kerajaan Arab Saudi menyanggupi penyediaan dua gerbang pemulangan karena Indonesia memiliki jamaah haji terbanyak.

Sementara itu, Wakil Presiden Boediono direncanakan meninjau persiapan persiapan haji di Arab Saudi disela kunjungannya konferensi tingkat tinggi G-15 pada 17 April 2010 di Teheran, 18 Mei mendatang. Nantinya, wapres akan mengunjungi makkah dan Madinah sembari melaksanakan umrah.

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA