Ahad 04 Jun 2023 14:47 WIB

Hawana 2023 Ipoh, Tujuan Semakin Dekat

Wartawan harus diberi kebebasan menjalankan tugas tanpa halangan dari mana pun

Asro Kamal Rokan
Foto: istimewa/doc pribadi
Asro Kamal Rokan

REPUBLIKA.CO.ID, Catatan Asro Kamal Rokan

Menteri Komunikasi Digital Malaysia Ahmad Fahmi Fadzil, terlihat bersemangat. Dalam pidatonya di puncak Hari Wartawan Nasional (Hawana) 2023 Malaysia di Hotel Casuarina, Ipoh, Perak, Ahad (28/5/23), Fahmi menyampaikan kabar gembira. Indeks kebebasan pers Malaysia 2023 naik ke peringkat 73 dunia dari tahun sebelumnya di peringkat 113.

Setiap awal Mei, Reporters without Borders (RWAB) yang berpusat di Prancis, merilis indeks kebebasan media di 180 negara. Dari survey RWAB, posisi Malaysia lebih tinggi dari Thailand (106), Indonesia (108), Singapura (129), dan  Filipina (132), Sangat wajar Menteri Fahmi gembira.

“Alhamdulillah, ini pencapaian yang tidak disangka-sangka, sangat baik, positif, dan membanggakan negara dan pemerintah. Hal ini akan mendorong pemerintah untuk terus menegakkan kebebasan media di Malaysia, sekaligus bukti komitmen pemerintah,” ujar Fahmi.

Kebebasan media menjadi isu penting dalam Hawana 2023 ini. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan media massa di Malaysia harus bebas sepenuhnya. “Syukur Alhamdulillah karena perubahan waktu dan juga iklim politik, maka saya dan rekan-rekan dalam pimpinan pemerintahan sekarang membuat keputusan yang sangat jelas, bahwa media di Malaysia harus bebas sepenuhnya,” ujar Anwar dalam sambutannya. Anwar  mengingatkan agar para pemimpin juga tidak takut dengan kritik.

Kabar gembira Hawana ketiga di Ipoh ini, tidak saja soal indeks kebebasan media dan kebebasan media, tapi juga segera berdirinya Persatuan Wartawan Malaysia – perjuangan panjang wartawan Malaysia. Dalam jamuan makan siang dengan delegasi Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami), Menteri Fahmi dan wakilnya Teo Nie Ching Nie, juga antusias akan membentuk Majelis Wartawan Malaysia, semacam Dewan Pers Indonesia. Draft undang-undang sedang dipersiapkan. Uni Lubis, yang pernah menjadi anggota Dewan Pers (DP), menjelaskan fungsi DP.

Perjuangan Panjang

Dalam sepuluh tahun terakhir ini, wartawan-wartawan Malaysia selalu hadir dalam Hari Pers Nasional (HPN) Indonesia. Dari sini, muncul keinginan untuk menyelenggarakan Hari Pers Nasional Malaysia (Hawana). Pada 2018, Datuk Zulkifli Salleh, yang saat itu Ketua Iswami Malaysia, menyelenggarakan Hawana I di Kuala Lumpur, yang dihadiri Perdana Menteri Najib Razak.

Wartawan senior Malaysia, Tan Sri Johan Jaaffar, dalam orasinya menyerukan kebebasan media. Pemerintah harus menghapus sejumlah akta yang menghabat kebebasan media, yang menurutnya sudah kuno dan tidak relevan.

Dari Indonesia, saya sebagai Ketua Iswami hadir, bersama Ilham Bintang, N Syamduddin Ch Haesy (pendiri Iswami), Rajab Ritonga, Sasongko Tedjo (PWI Pusat), serta Henry Ch Bangun dan Agus Sudibyo (Dewan Pers). Dalam forum diskusi Hawana, Henry dan Agus Sudibyo menjelaskan peran Dewan Pers.

Pada Hawana kedua di Malaka, 2022, Perdana Menteri Dato’ Seri Ismail Sabri menyatakan dukungan kebebasan media. Saat itu pula, wartawan-wartawan senior Malaysia menyampaikan Deklarasi Malaka 2022, yang dibacakan Pemangku Pengarang Kumpulan Berita Harian Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman.

Deklarasi di depan PM Ismail Sabri itu menegaskan, wartawan harus diberi kebebasan menjalankan tugas tanpa halangan atau sekatan dari mana pun. Pak Ismail menyambut baik deklarasi dan kebebasan media. Dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi Digital Malaysia, Fahmi Fadzil di kantornya di Putrajaya, Januari 2023, saya menjelaskan perlunya Persatuan Wartawan Malaysia dan Majelis Wartawan. Penjelasan ini terkait rencana Menteri Fahmi melebarkan Iswami ke negara-negara ASEAN.

Ketika itu saya katakan, saat ini PWI sebagai Ketua Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) periode 2022-2024. Malaysia belum menjadi anggota CAJ karena belum memiliki organisasi seluruh wartawan Malaysia. Selama ini, Malaysia diwakili Persatuan Jurnalis Nasional Malaysia, yang mewakili kepentingan indutri, sosial, dan kesejahteraan wartawan.

Waktu terus berjalan. Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan,  Iswami Malaysia yang diketuai Datuk Mokhtar Hussain, Shukri Ishak (Sekretaris), dan Datuk Zakaria Abdul Wahab (penasihat), mengadakan pertemuan dengan sekitar 30 wartawan senior, delegasi Iswami Malaysia, di Hotel Grand Mercure, Medan. Rapat yang dipimpin Datuk Mokhtar Hussain bersepakat mendirikan Persatuan Wartawan Malaysia (PWM) dan Majelis Media Malaysia (MMM.

Info yang saya peroleh, PWM sudah memiliki akte organisasi. Kini, PWM sedang membahas susunan pengurus. Begitu juga MMM. Draft undang-undang kini dalam tahap finalisasi sebelum diajukan ke parlemen.

Jalan panjang perjuangan wartawan-wartawan Malaysia, mendekati tujuannya. Media yang bersatu, bermartabat, akan sangat bermanfaat bagi kepentingan rakyat --- menyuarakan hati nurani seluruh rakyat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement