Selasa 27 Dec 2022 20:53 WIB

Cara Memiliki Hubungan yang Sehat dengan Makanan

Sebagian orang memiliki hubungan yang "sulit" dengan makanan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Makanan sehat (ilustrasi)
Foto: www.pixabay.com
Makanan sehat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang memiliki hubungan yang "sulit" dengan makanan. Dalam artian, ada makanan tertentu yang sangat dihindari karena dianggap dapat berdampak buruk, bahkan sampai memengaruhi kesehatan mental, citra tubuh, dan kepercayaan diri.

Pakar hipnoterapi klinis Georgia Foster menyampaikan kiat supaya seseorang bisa memiliki hubungan yang sehat dan bahagia dengan makanan. Spesialisasi bidang Foster adalah penyelesaian masalah emosional, termasuk makan dan minum berlebihan.

 

Dia tidak meyakini diet tradisional bisa sepenuhnya berhasil. Berdasarkan pengalaman para pasiennya, diet konvensional justru membuat seseorang makan lebih banyak dan menambah berat badan lebih dari sebelumnya. Ada penjelasan dari kondisi tersebut.

 

Foster memaparkan, pikiran seseorang bekerja sesuai kebiasaan. Begitu seseorang mengatakan sedang diet, pikiran akan memindai ingatan ketika terakhir kali melakukan diet. Jika tidak berhasil, itu bisa memicu kecemasan, penolakan, dan rasa terisolasi. Pikiran akan mengingat semua emosi itu, sehingga pengalaman diet dimaknai negatif sejak awal.

 

"Studi demi studi menunjukkan banyak diet yang tidak berhasil. Kebanyakan orang hanya khawatir tentang berat badan, merasa sendirian, terisolasi, menganggap situasinya tidak akan pernah menjadi lebih mudah, dan bahkan lebih khawatir," ujar Foster.

 

Jika seseorang bermasalah dengan alkohol atau ingin berhenti merokok, dia bisa berusaha berhenti. Sayangnya, seseorang tidak bisa berhenti makan. Untuk orang yang telah mencoba menurunkan berat badan untuk sementara waktu dan gagal, itu bisa berakhir dengan hubungan toksik dengan makanan.

 

Foster kerap mendapati orang-orang berjibaku dengan pemikiran seperti "makanan ini akan membuat saya gemuk" atau "makanan ini akan membuat saya kurus". Menurut Foster, hal itu didorong oleh sikap perfeksionis dan kritik batin terhadap diri sendiri yang berlebihan.

 

Apa solusinya? Foster mengatakan, ada cara supaya seseorang bisa mengubah kebiasaan makan serta perasaannya tentang makanan. Caranya, hilangkan pikiran negatif tentang makanan melalui hipnosis mandiri, yang bisa dilakukan sekitar 20 menit sehari.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement