Ahad 17 Jan 2021 18:42 WIB

Update Banjir Kalsel: 15 Meninggal, 24 Ribu Rumah Terendam

BNPB mencatat sebanyak 39.549 orang mengungsi akibat banjir di Kalsel.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Nidia Zuraya
Sejumlah relawan menggunakan perahu karet membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Kampung Melayu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah relawan menggunakan perahu karet membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Kampung Melayu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banjir yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas. Semula banjir di provinsi tersebut, hanya berada di tujuh wilayah.  

Namun, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) dalam laporan resmi pada Ahad (17/1) mengatakan, sebaran wilayah terendam banjir saat ini mencakup 10 kabupaten/kota. Sementara, jumlah korban meninggal dunia hingga hari ini tercatat ada 15 jiwa.

Baca Juga

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, puluhan ribu warga masih di pengungsian. “Banjir di Kalimantan Selatan masih merendam 24.379 rumah warga, dan jumlah pengungsian, sebanyak 39.549 jiwa,” kata Jati, dalam keterangan resmi BNPB yang diterima wartawan di Jakarta, Ahad (17/1). 

Menurut laporan BNPB, korban meninggal akibat banjir, tujuh jiwa, ada di Kabupaten Tanah Laut. Di wilayah tersebut, korban terdampak banjir, ada sebanyak 27.815 orang, dan masih tercatat 13.062 jiwa pengungsian. Sekitar 8.506 rumah warga terendam, dan dua jembatan rusak.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tercatat korban meninggal sebanyak tiga jiwa. Sebanyak 64.400 warga terdampak bencana, dan 11.200 orang masih mengungsi, karena sekitar 4 ribu, rumah tinggal terendam air.

Di Kabupaten Banjar, tiga meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 11.269 orang di pengungsian, dan banjir berdampak terhadap 53.685 jiwa, sebanyak 6.670 rumah warga terendam.

“Banjir (di Banjar) juga merusak lima bangunan tempat ibadah, dua jembatan, dan sembilan sekolah,” begitu kata Jati.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement