Selasa 21 Apr 2020 18:55 WIB

CEO Ruangguru Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden

Pengunduran diri Belvara demi menghindari konflik kepentingan program Kartu Prakerja.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani
Belva Devara
Foto: Dok Wikipedia
Belva Devara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adamas Belva Syah Devara mengajukan pengunduran diri sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). CEO Ruangguru itu memublikasikan surat terbuka pengunduran dirinya dalam akun Instagram miliknya yang telah terverifikasi.

"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," kata Belvara, Selasa (21/4).

Baca Juga

Dia mengatakan, pendunduran diri itu dilakukan guna menghindari konflik kepentingan menyusul dijadikannya Ruangguru sebagai salah satu aplikator program pemerintah melalui Kartu Prakerja. Dia mengaku ingin menghindari polemik mengenai persepsi publik yang bervariasi. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin polemik tersebut berkepanjangan yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Presiden Jokowi dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Surat Terbuka Belva Devara, CEO Ruangguru ⁣ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.⁣ ⁣ Semoga di masa pandemi ini kita diberikan kesehatan dan kekuatan dari Allah yang Maha Penyayang.⁣ ⁣ Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020. ⁣ ⁣ Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.⁣ ⁣ Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19. ⁣ ⁣ Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya.⁣ ⁣ Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden. Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan. Sehingga di manapun saya berada, di posisi apapun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dan Pemerintah untuk memajukan NKRI.⁣ ⁣ Dengan ini, saya juga ingin menjelaskan bahwa saya tidak dapat merespon pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena saya ingin fokus dalam menyelesaikan hal ini terlebih dahulu. Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghormati dan menghargai keputusan saya tersebut.⁣ ⁣ Semoga kita semua bisa segera keluar dari masalah pandemi yang berat ini.⁣ ⁣ Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.⁣ ⁣ Belva Devara

A post shared by Adamas Belva Syah Devara (@belvadevara) on

Dia mengungkapkan, seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan manajemen pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Dia mengeklaim bahwa hal itu juga tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. "Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja," katanya.⁣

⁣Dalam surat terbuka itu, dia juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya. Dia mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran sebagai stafsus presiden.

Seperti diketahui, program kartu Pra Kerja pemerintah menyedot anggaran mencapai Rp 20 triliun. Ada delapan perusahaan aplikator yang ditunjuk pemerintah menjadi mitra, yakni Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.

photo
Besaran dan Perincian Insentif Kartu Prakerja - (Infografis Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement