Senin 16 Mar 2020 19:25 WIB

Anggota DPR Tolak LGBT di Sumbar karena Merusak Moral

Penolakan dari Mulyadi disambut positif warga Sumatra Barat.

Anggota DPR RI Mulyadi dengan tegas menolak gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).
Foto: Dokumentasi pribadi
Anggota DPR RI Mulyadi dengan tegas menolak gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Anggota DPR RI Mulyadi dengan tegas menolak gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di tengah masyarakat Sumatra Barat (Sumbar). Bukan tanpa sebab, menurutnya gerakan LGBT adalah gerakan yang merusak nilai-nilai dan moral-moral agama, etika dan kebudayaan.

"Saya dengan tegas menolak gerakan LGBT, gerakan ini jelas bertentangan dengan nilai budaya adat dan agama kita, ini masalah baik dan buruk yang sudah jelas garisnya," tegas Mulyadi.

Lebih lanjut, mengamati gerakan LGBT yang kian tumbuh pesat di masyarakat melalui jaringan media sosial, calon gubernur (Cagub) Sumbar Mulyadi menghimbau kepada seluruh pihak bersikap tegas menolak atas segala kegiatan gerakan tersebut. Hal ini bertujuan agar gerakan tersebut tidak terus meningkat di Ranah Minang.

"Kita bersama-sama harus bertindak mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat, jika tidak bisa bertindak, perlihatkan dengan sikap tegas kalau kita menolak gerakan LGBT," ujarnya.

Sementara itu, sikap tegas Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi menolak gerakan LGBT mendulang respon positif dari para tokoh masyarakat Sumbar. Diantaranya adalah Ketua MUI Sumbar Datuk Palimo Basa Buya Haji Gusrizal Gazahar dan salah satu niniak mamak Padang Pariaman Tuanku Bagindo Datuk Bandaro Putih M. Hosen.

Menurut Ketua MUI Buya Haji Gurizal, Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Salah satunya adalah degradasi moral yang melahirkan LGBT.

"Pak Mulyadi memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat, MUI sebagai lembaga keumatan membuka pintu seluas-luasnya untuk berbagai pihak dalam menghadapi permasalahan yang terjadi," ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Buya Haji Gusrizal, Hosen menyatakan mendukung komitmen yang dimiliki oleh mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi yang dikenal cerdas tersebut. Menurutnya Mulyadi memiliki komitmen kuat untuk memudahkan kehidupan dan memperbaiki moral masyarakat.

"Kita perlu sosok yang senantiasa memperjuangkan dan memperhatikan nasib masyarakat termasuk degradasi moral yang telah terjadi, pak Mulyadi berkomitmen untuk itu beliau harus kita dukung," singkat Hosen.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Pemprov Sumbar, Ranah Minang merupakan daerah yang memiliki populasi LGBT tertinggi di Indonesia. Tercatat pada tahun 2019 populasi LGBT di Sumbar mencapai angka 18.000.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement