KPU: PPD Distrik Welarek Diduga Ubah Hasil Peroleh Suara

Massa kedua pendukung paslon saat ini menguasai sekitar halaman gedung DPRD Yalimo

Republika/ Wihdan
Pilkada (ilustrasi)
Red: Andi Nur Aminah

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara pemiliha kepala daerah serentak yang digelar KPU Kabupaten Yalimo sejak Kamis (17/12) masih menyisahkan dua distrik yakni Distrik Abenaho dan Welarek. Ketua KPU Papua Theodorus Kossay, Jumat (18/12) mengakui, saat ini pleno untuk Distrik Abenaho sedang dilakukan di tengah intervensi massa kedua pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Yalimo.

Baca Juga

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengkwatirkan hasil kerja rekapitulasi perolehan suara dari Panitia Pemilihan Daerah Distrik Welarek. Kekhawatiran itu karena adanya laporan terkait dugaan perubahan perolehan suara yang dilakukan PPD sehingga massa tidak terima. 

Diakui, massa kedua pendukung paslon saat ini menguasai sekitar halaman gedung DPRD Yalimo di Elelim. Intervensi yang dilakukan massa pendukung kedua paslon itu dilakukan sejak Kamis (17/12) dengan mengganggu tahapan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara. "Mudah-mudahan hari ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," harap Kossay. 

Dengan kondisi dan perkembangan di Elelim, Kossay mengatakan, KPU Yalimo terus berkoordinasi dengan KPU Papua dan aparat keamanan. Pilkada di Yalimo diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni Erdi Dabi-Jhon W Wilil dan paslon Lakius Peyon-Nahum Mabel.

 

 

 
Berita Terpopuler