Mahyudin: Puasa Melatih Kita tak Suka Mencela

Sukses menjalankan ibadah puasa akan membuat kita terbiasa dengan hal kebaikan.

MPR
Wakil Ketua MPR Mahyudin.
Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, TENGGARONG -- Bulan puasa, menurut Wakil Ketua MPR Mahyudin, merupakan bulan melatih manusia agar menjadi orang yang baik. "Saat puasa kita dilatih untuk tidak mencela, memfitnah, dan tabiat buruk lainnya," ujarnya. Bila sukses dalam menjalankan ibadah puasa maka kita akan terbiasa dengan hal-hal kebaikan.

Namun bila kita berpuasa tetapi masih melakukan kebiasaan buruk, maka menurut Mahyudin orang itu hanya mendapat lapar dan dahaga. Dirinya membandingkan puasanya ular dan ulat. Disebut ular bila mau berganti kulit dirinya juga puasa namun ular memakan apa saja dan selepas puasa hanya berubah kulitnya. "Sedang ulat berpuasa hanya makan dedaunan dan setelah puasa tubuhnya berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Untuk itu berpuasalah seperti ulat," katanya.

Dalam kesempatan itu dirinya mengakui manusia adalah tempat yang salah. Untuk itu diwajibkan manusia agar saling mengingatkan."Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan Ramadhan," ujar Mahyudin di hadapan jamaah shalat tarawih Masjid Ulil Ijtihad, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (5/6).

Dia menambahkan tak ada jaminan kita bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Bagi Mahyudin, umur manusia tak bisa diprediksi. "Teman saya yang berumur lebih muda dari saya, beberapa waktu yang lalu meninggal," ungkapnya. Untuk itulah dirinya mengharap agar dalam bulan puasa ini, kita memaksimalkan ibadah. "Jangan bermalas-malasan dalam beribadah," ujarnya.

Mahyudin menyampaikan pesan bila kita rajin beribadah di bulan Ramadhan, Allah akan mengampuni dosa-dosanya masa lalu. Untuk itu dirinya mengajak umat Islam agar menjadikan bulan puasa untuk menjadi orang dengan predikat bertakwa.


 
Berita Terpopuler