Populi Center: Prabowo-Gibran 43,1 Persen dan Ganjar-Mahfud 23 Persen

Publik menganggap biasa saja soal isu dinasti politik pada Pilpres 2024.

Republika/ Eva Rianti
Populi Center merilis survei terbaru tentang elektabilitas capres 2024 di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023).
Rep: Eva Rianti Red: Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan elektabilitas paling tinggi menurut Populi Center dalam survei yang dirilis pada Kamis (9/11/2023). Survei dilakukan pada 29 Oktober-5 November 2023 terhadap 1.200 responden.

Adapun metode wawancara tatap muka serta margin of error kurang lebih 2,83 pada tingkat kepercayaan 95 persen. Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati mengatakan, saat surve,i Populi menanyakan kepada responden, "jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, pasangan mana yang akan Anda pilih untuk menjadi presiden dan wakil presiden selanjutnya?'.

 

"Pada simulasi pasangan capres-cawapres, pasangan dengan tingkat keterpilihan tertinggi adalah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan 43,1 persen," kata Hartanto dalam agenda Forum Populi Road to 2024 Elections dengan tema 'Starting Point: Posisi Elektoral Jelang Kampanye Pemili 2024' di kawasan Jakarta Selatan, Kamis.

Kemudian pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menempati posisi kedua. Adapun pasangan capres-cawapres Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar di posisi ketiga.

 

"Ganjar Pranowo-Mahfud MD 23 persen dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 22,3 persen. Adapun yang belum memutuskan sebesar 10 persen dan menolak menjawab sebesar 1,6 persen," jelas Hartanto.

 

Menurut Hartanto, ketika responden ditanya apakah sudah mantap atau masih berubah, lebih dari 70 persen menjawab sudah yakin dengan pilihannya. "71,8 persen menjawab mantap, sedangkan 27,4 persen menjawab masih akan berubah, dan sebesar 0,8 persen menolak menjawab," tuturnya.

Dinasti politik biasa saja...

Populi Center merilis survei terbaru yang menempatkan, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dengan meraih elektabilitas 43 persen. Di antara yang disurvei di dalamnya menyangkut isu politik dinasti. Hasil dalam survei mengenai isu itu menunjukkan, publik merespons biasa saja.

 

Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati menjelaskan, di dalam survei tersebut Populi menanyakan kepada para responden: 'Saat ini banyak orang membicarakan tentang dinasti politik, bagaimana penilaian atau sikap Anda tentang dinasti politik?'.

 

"Terkait dengan persepsi terhadap dinasti politik sebesar 62,1 persen masyarakat menyatakan bisa menerima atau biasa saja," kata Hartanto dalam agenda Forum Populi Road to 2024 Elections dengan tema 'Starting Point: Posisi Elektoral Jelang Kampanye Pemili 2024' di kawasan Jakarta Selatan, Kamis.

Angka 62,1 persen tersebut meliputi jawaban bisa diterima sebesar 15,8 persen dan biasa saja sebesar 46,3 persen  "Sementara yang tidak bisa menerima sebesar 27,4 persen. (Meliputi) kurang bisa diterima 18,2 persen dan sangat tidak bisa diterima 9,2 persen. Lalu jawaban tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 10,5 persen," jelasnya.

 

Dalam survei yang sama, kata Hartanto, Populi juga menanyakan kepada koresponden mengenai isu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi polemik di tengah masyarakat. Hal itu buntut putusan MK Nomor 90 tentang batas usia capres-cawapres yang disinyalir melanggengkan Gibran, keponakan eks ketua MK Anwar Usman.

"Terkait keputusan MK tentang salah satu syarat calon wakil presiden berusia 40 tahun atau pernah/sedang menjabat kepala daerah, sebanyak 53,1 persen masyarakat mengatakan setuju, 34,5 persen mengatakan tidak setuju dan sisanya (12,4) menolak menjawab," jelas Hartanto.

 
Berita Terpopuler