Al Quds, Kota Suci yang Diabadikan Alquran dan Dijunjung Agama Samawi

Al Quds (Yerusalem) adalah kota suci sepanjang zaman.

REUTERS/Jamal Awad
Seorang warga Palestina melakukan swafoto saat menghadiri perayaan hari raya Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Jumat, (21/4/2023). Perayaan Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa berlangsung dengan aman. Ribuan warga Palestina tumpah ruah memenuhi area kompleks Masjid Al-Aqsa.
Rep: Umar Mukhtar Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan mufti Mesir, Ali Juma'ah, menyampaikan penjelasan tentang status Yerusalem dan tanah Palestina di kalangan umat Islam dan semua agama samawi.

Baca Juga

"Ini adalah kiblat pertama dari dua kiblat, dan kiblat ketiga dari dua tempat suci, dan tempat perjalanan Rasulullah SAW (ke langit saat Isra Miraj). Itu adalah kata yang berarti kesucian, dan kehormatan," kata dia dilansir Masrawy, Selasa (7/11/2023).

Al Quds (Yerusalem) adalah kota suci sepanjang zaman dan tanah kenabian. Allah telah menggambarkan Al Quds dan Palestina dalam Alquran lebih dari satu kali, sebagai tanah yang diberkahi dan tanah suci.

Allah SWT berfirman, "Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia." (QS. Al Anbiya ayat 71)

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, "Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al Anbiya ayat 81)

Adapun dalam ayat lainnya, "(Nabi Musa AS berkata), Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh) sehingga kamu menjadi orang-orang yang merugi" (QS Al Maidah ayat 21).

Selain itu, Allah SWT berfirman...

 

 

Selain itu, Allah SWT berfirman, "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Isra ayat 1)

Dengan demikian, anggota Dewan Ulama Sepuh Mesir itu menyampaikan, berdasarkan status ini, umat Islam memandang Al Quds sebagai tempat suci yang mulia sehingga mereka diharuskan untuk ke sana.

Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

 وَلاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى وَمَسْجِدِي)) (البخاري)

"Janganlah melaksanakan suatu perjalanan, kecuali ke tiga masjid ini. Masjidil Haram, Masjid Al Aqsa, dan Masjidku (Masjid Nabawi)." (HR. Bukhari)

Ali Jum'ah juga menyampaikan, status kesucian Al Quds tidak terbatas pada jiwa umat Islam saja, tetapi juga memiliki arti penting di antara ketiga agama tersebut, yakni Islam, Kristen dan Yahudi.

 

Maka dikatakan, "Kecantikan ada sepuluh bagian. Sembilan di antaranya dikumpulkan di Al Quds, dan sisanya dibagikan ke seluruh dunia. Adapun penderitaan ada sepuluh bagian. Sembilan di antaranya dibagikan ke Yerusalem, dan sisanya dibagikan ke seluruh dunia."

 
Berita Terpopuler