Airlangga: Ekonomi Indonesia Kalahkan Amerika Serikat dan China

Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 5,3 persen pada kuartal I 2023.

Republika/Putra M. Akbar
Pekerja beraktivitas di dekat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Pemerintah mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 5,3 persen pada kuartal I 2023
Rep: Novita Intan Red: Friska Yolandha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 5,3 persen pada kuartal I 2023 atau di atas lima persen selama enam kuartal berturut-turut. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal tersebut bisa mengalahkan sederet negara maju seperti Amerika Serikat dan China.

Baca Juga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi Indonesia berada dalam jalur yang positif. “Jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara lain, di China 4,5 persen pada kuartal I, kita lebih tinggi. Kalau kita bicara Amerika pertumbuhannya 1,8 persen, kita bicara pertumbuhan EU (Uni Eropa) 1,3 persen," ujarnya saat webinar Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2023, Senin (8/5/2023).

Sementara pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023 negara lainnya, lanjut Airlangga, seperti Korea Selatan hanya 0,8 persen, lalu Jerman juga jauh lebih rendah sebesar 0,2 persen.

"Bukan karena kita lima persen dalam enam kuartal berturut-turut menjadi bisnis as usual, tapi kita berhasil tumbuh di tengah ketidakpastian global dan kita lebih tinggi dari rata-rata negara lain," ucapnya.

 

Lebih lanjut, indeks konsumsi Indonesia dinilai masih tinggi karena berada angka 122,3 pada Maret 2023, purchasing managers index berada level 52,7 yang menunjukkan ekonomi Indonesia dalam tren positif, cadangan devisa terus meningkat 145,2 miliar dolar AS, dan neraca perdagangan surplus 35 bulan berturut-turut hingga mencapai 2,91 miliar dolar AS pada Maret 2023.

“Tentu yang ditunggu pak gubernur BI regulasi devisa hasil ekspor. Regulasinya dalam waktu dekat ini akan terbit walau ada beberapa ada yang dalam tanda petik protes,” ucapnya.

Dia memastikan korporasi masih memiliki hasil ekspor dan pemerintah tidak mengatur perbankan menyimpan dolar setiap perusahaan eksportir.

“Di Indonesia, perbankan internasional pun banyak beroperasi. Jadi, tak perlu para eksportir khawatir bahwa mereka kehilangan haknya terhadap barang yang diekspor dan para eksportir harus ingat bahwa ini adalah amanat konstitusi,” ucapnya.

“Bumi, air, tanah, dan segala kekayaan bumi kita sepenuhnya kepentingan masyarakat Indonesia dan ini adalah kepentingan negara yang diterapkan dalam pengaturan devisa hasil ekspor,” ucapnya.

 

Airlangga juga berterima kasih kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo karena gerakan penanganan inflasinya membuat inflasi Indonesia turun menjadi 4,33 persen pada April 2023, dari 4,97 persen per Maret 2023. 

 
Berita Terpopuler