Aroma Embusan Napas Jadi Manis, Gejala Penyakit Apa?

Waspadai jika tercium aroma manis dari bau mulut.

Republika/ Musiron
ilustrasi bau mulut. Penyakit hati bisa memunculkan aroma manis pada bau mulut.
Rep: Adysha Citra Ramadani Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit hati bisa memunculkan komplikasi berupa perubahan pada otak yang dikenal dengan nama hepatic encephalopathy. Ketika komplikasi ini terjadi, salah satu gejala awal yang mungkin muncul adalah embusan napas beraroma manis.

Organ hati berperan dalam memecah senyawa-senyawa beracun di dalam tubuh. Bila hati terserang penyakit, beragam masalah bisa muncul karena senyawa-senyawa beracun yang seharusnya dikelola oleh hati jadi menumpuk di dalam darah.

Penyakit hati bisa merujuk pada beragam permasalahan yang membuat hati tak bisa berfungsi secara optimal. Salah satu jenis penyakit hati yang paling umum adalah penyakit perlemakan hati.

Penyakit perlemakan hati merupakan sebuah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak pada organ hati. Penyakit perlemakan hati dapat dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholik dan non alkoholik.

Penyakit perlemakan hati alkoholik terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebih. Sedangkan penyakit perlemakan hati non alkoholik terjadi akibat penyebab lain, selain alkohol. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat tingginya kadar lemak di dalam darah dan diabetes.

Seperti dilansir BritishLiverTrust, penderita penyakit hati akut (jangka pendek), kronis (jangka panjang), atau berat bisa mengalami perubahan pada otak mereka. Perubahan ini dikenal sebagai hepatic encephalopathy (HE). Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada penderita gagal hati akut, namun lebih sering dialami oleh penderita penyakit hati kronis.

Baca Juga

Hepatic encephalopathy bisa memunculkan gejala seperti mudah lupa, kebingungan ringan, serta perubahan kepribadian. Di samping itu, Mount Sinai Hospital mengungkapkan bahwa kondisi tersebut juga bisa membuat aroma napas berubah menjadi manis atau apek. Perubahan aroma napas ini merupakan salah satu gejala awal yang bisa muncul pada HE.

HE juga dapat memunculkan beberapa gejala lain yang lebih berat. Sebagian di antaranya adalah gerakan tak biasa atau gemetar pada tangan, munculnya sikap agitasi atau kegirangan, mengantuk atau kebingungan, bicara cadel, dan gerakan melambat atau jadi lambat. Terkadang, HE bisa memunculkan gejala kejang.

Kabar baiknya, HE merupakan kondisi yang bisa diobati. Biasanya, dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah racun yang diserap oleh tubuh. Salah satu racun yang kerap dikaitkan dengan kejadian HE adalah racun amonia.

Obat yang bisa menurunkan kadar amonia di dalam tubuh adalah lactulose. Lactulose pada dasarnya adalah gula yang bisa mengubah tingkat keasaman di dalam kotoran. Perubahan ini bisa mencegah pertumbuhan bakteri yang memproduksi amonia di dalam usus.

Komplikasi lain
Penyakit hati juga dapat memunculkan beberapa komplikasi lain, salah satunya adalah kanker hati. Komplikasi lainnya adalah penurunan respons imun terhadap infeksi. Beberapa infeksi yang paling sering ditemukan pada penderita penyakit hati adalah infeksi saluran kemih dan infeksi pernapasan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
Berita Terpopuler