Ucapkan 'Hadirin yang Berbahagia' di Kanjuruhan, Ketum PSSI Dikecam

Komjen (Purn) Mochamad Iriawan mendapat kecaman di lini masa Twitter.

Antara/M Risyal Hidayat
Ketua Umum PSSI Komjen (Purn) Mochamad Iriawan.
Red: Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Komjen (Purn) Mochamad Iriawan mendapat kecaman di lini masa Twitter akibat dianggap tidak punya empati. Hal itu setelah ia mendapat giliran dalam konferensi pers di kawasan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (2/10/2022) petang WIB.

"Terima kasih Pak Menpora, Pak Kapolri yang saya hormati, Ibu Gubernur, hadirin sekalian yang berbahagia. Kami dari Federasi mengucapkan 'innalillahi wainnailaihi rojiun'," kata Iriawan yang didampingi Menpora Zainuddin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sontak saja, ucapan Iriawan yang menyebut hadirin sekalian yang berbahagia di tengah situasi duka akibat ratusan Aremania meninggal, mengundang kecaman warganet. Banyak akun Twitter yang mengecam tiadanya empati yang ditunjukkan pimpinan PSSI tersebut.

Baca juga : SETARA: Penggunaan Gas Air Mata di Kanjuruhan Tunjukkan Pemahaman Lemah Aparat Keamanan

"Hadirin sekalian yang berbahagia. Udahlah mundur aja Pak," kata akun @FaktaSepakbola sembari mengunggah video yang direspon negatif ribuan warganet dikutip di Jakarta, Senin (3/10/2022).

AKun @MafiaWasit juga menyindir ucapan mantan Kapolda Jawa Barat dan Metro Jaya tersebut. "Hadirin sekalian yang berbahagia?" kata akun tersebut sembari mengunggah video yang mengundang kecaman itu.

Akun @SerieA_Lawas juga mempertanyakan mengapa Iriawan memakai diksi bahagia kepada melakukan konferensi pers. "Pak Ketua PSSI mohon maaf tidak ada hadirin yang sedang berbahagia lo Pak. Masak salam pembuka pake template gitu Pak," kata akun tersebutyang videonya sudah dilihat ratusan ribu.

Akun dokter @berlianidris juga menyindir ucapan bos PSSI itu. "Terima kasih hadirin sekalian yang berbahagia," ujarnya yang disikapi negatif para warganet.

Baca juga : Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Korban Tragedi Kanjuruhan Ditanggung Pemeritah

Komentar serupa dengan mudah ditemukan di lini masa, yang menganggap Iriawan tidak memiliki sensitivitas di tengah tragedi Kanjuruhan, yang mengakibatkan ratusan Aremania meninggal. Mereka pun mendesak Iwan Bule, sapaan akrabnya, untuk meletakkan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden di Stadion Kanjuruhan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler