Delima Disebutkan 3 Kali dalam Alquran, Studi Ungkap Manfaatnya Cegah Penuaan

Delima mempunyai khasiat bagi mereka yang mengonsumsinya termasuk hambat penuaan

EPA-EFE/STRINGER
Ilustrasi delima, Delima mempunyai khasiat bagi mereka yang mengonsumsinya termasuk hambat penuaan
Rep: Rizky Suryarandika Red: Nashih Nashrullah

ini memberikan khasiat bagi mereka yang mengonsumsinya. Sebuah penelitian mendapati khasiat buah delima dalam menghambat penuaan.

Baca Juga

Alquran menyebutkan delima dalam sejumlah ayatnya yaitu sebagai berikut:

Pertama, surat Al Anam ayat 99 

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”

Kedua, surat al Anam ayat 141 

۞ وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” 

Ketiga, surat Ar Rahman ayat 68

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ “Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.” 

Seperti dinukilkan dari laman About Islam, Sabtu (13/8/2022) ilmuan mendapati sebuah molekul dalam buah delima yang diubah mikroba dalam usus sehingga memungkinkan sel-sel otot untuk melindungi diri mereka sendiri dari salah satu penyebab utama penuaan.

Baca juga: Dulu Pembenci Adzan dan Alquran, Mualaf Andreanes Kini Berbalik Jadi Pembela Keduanya 

Penulis studi, Patrick Aebischer menjelaskan bahwa sel-sel manusia semakin berjuang untuk beregenerasi seiring bertambahnya usia. Peristiwa ini disebut mitokondria yang siring berjalannya waktu menumpuk di dalam sel.

Dia melanjutkan, degradasi ini mempengaruhi kesehatan banyak jaringan, termasuk otot, yang secara bertahap melemah selama bertahun-tahun.

Penumpukan mitokondria yang disfungsional juga diduga berperan dalam penyakit penuaan lainnya seperti Parkinson.

 

 

Ilmuwan kemudian mengidentifikasi sebuah molekul berhasil beregenerasi secara mandiri untuk mendaur ulang komponen mitokondria yang rusak alias urolithin A.

Ini adalah satu-satunya molekul yang diketahui dapat meluncurkan kembali proses pembersihan mitokondria atau dikenal sebagai mitofag. "Ini adalah zat yang sepenuhnya alami, dan efeknya sangat kuat dan terukur," Patrick Aebischer.

Para ilmuwan memulai dengan menguji hipotesis mereka pada tersangka biasa: nematoda C. Patrick menhelaskan, ini adalah subjek tes favorit di antara para ahli penuaan, karena setelah 8-10 hari saja sudah dianggap tua.

"Umur cacing yang terpapar urolitin A meningkat lebih dari 45 persen dibandingkan dengan kelompok kontrol," katanya.

Dia melanjutkan, namun yang perlu dicatat adalah bahwa buah itu sendiri tidak mengandung molekul ajaib. Tetapi, sambung dia, molekil ajaib itu diubah menjadi urolitin A oleh mikroba yang lebih dulu menghuni usus.

Dia melanjutkan, Karena itu jumlah urolitin A yang dihasilkan dapat sangat bervariasi, tergantung pada spesies hewan dan flora yang ada di mikrobioma usus. Beberapa individu tidak menghasilkan sama sekali.

Baca juga: Jawaban Prof Jimly Ini Perkuat Argumentasi Mengapa Hukum Islam Harus Didukung Negara

"Jika Anda salah satu yang kurang beruntung, mungkin saja jus delima tidak akan membantu Anda. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki mikroba yang tepat di dalam perut mereka, para ilmuwan sudah mencari solusi," katanya.

Sebuah perusahaan yang baru didirikan yakni Amazentis telah mengembangkan metode untuk memberikan dosis urolithin A yang dikalibrasi dengan baik.

Perusahaan saat ini sedang melakukan uji klinis pertama yang menguji molekul pada manusia di rumah sakit Eropa.

 

 

Sumber: aboutislam

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler