Ingin Menua dengan Sehat? Lakukan 6 Kebiasaan Ini Setiap Pagi

Melakukan kebiasaan baik di pagi hari bisa membuat menua lebih sehat.

Sciencealert
Melakukan kebiasaan baik di pagi hari bisa membuat menua lebih sehat.
Rep: Adysha Citra Ramadani Red: Nora Azizah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisa menua dengan sehat tentu menjadi harapan bagi banyak orang. Kabar baiknya, melakukan beberapa kebiasaan baik di pagi hari bisa membantu orang-orang untuk mewujudkan harapan tersebut.

Baca Juga

Pada dasarnya, melakukan kebiasaan yang baik dan menyehatkan bisa dilakukan kapan saja. Akan tetapi, melakukan kebiasaan baik di awal hari biasanya akan memotivasi orang-orang untuk terus melakukan kebiasaan baik lain di sepanjang hari.

"Saya melihat hubungan langsung antara kebasaan gaya hidup yang baik dengan kesehatan secara keseluruhan," ungkap dokter spesialis geriatri dari Texas Health Presbyterian Allen dan Texas Health Physicians Group, Jennifer Atmore MD, seperti dilansir LiveStrong, Rabu (29/6/2022).

Dr Atmore mengungkapkan ada enam kebiasaan yang baik dilakukan di pagi hari bila ingin menua dengan sehat. Berikut ini adalah keenam kebiasaan yang direkomendasikan oleh Dr Atmore tersebut.

 

Minum Kopi Hitam tanpa Gula

Selain membuat "melek" dan menyegarkan, minum yang kaya akan antioksidan ini juga dapat membawa beberapa manfaat bagi kesehatan bila dikonsumsi secukupnya. Beberapa manfaat tersebut adalah dapat menurunkan risiko penyakit jantung, depresi, kanker, diabetes tipe 2, dan beberapa penyakit neurodegeneratif menurut studi pada 2018.

Manfaat paling optimal bisa didapatkan bila kopi dikonsumsi dalam sajian kopi hitam tanpa gula. Bila rasa kopi hitam tanpa gula terasa terlalu kuat, boleh tambahkan sedikit gula atau sedikit susu non diary ke dalam kopi.

 

Pilih Menu Sarapan yang tak Manis

Sebagian orang mungkin terbiasa untuk sarapan dengan menu yang manis seperti sereal atau pastry. Makanan bergula sebenarnya dapat memicu inflamasi dan mendorong tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak.

Ada baiknya bila sarapan dilakukan dengan makanan yang gurih dibandingkan makanan manis. Beberapa contohnya adalah roti panggang isi telur, telur dadar, atau tahu orak-arik dengan sayuran.

Konsumsi gula yang melebihi 20 persen dari total kebutuhan kalori harian bisa meningkatkan risiko kematian hingga 30 persen, bila dibandingkan dengan kebiasan mengonsumsi gula sebanyak 7,5-10 persen dari total kebutuhan kalori harian. Hal ini diungkapkan dalam studi pada Februari 2019 yang telah dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition.

Selain itu, ada baiknya bila menu sarapan pagi tinggi akan protein. Makanan tinggi protein dapat membantu menjaga massa otot. Seperti diketahui, massa otot akan menurun secara alami seiring dengan proses penuaan.

"Makanan kaya protein bisa membantu menekan seberapa banyak kehilangan otot yang terjadi," ungkap ahli gizi senior dari UCLA Medical Center, Dana Ellis Hunnes PhD MPH RD.

Baca juga : Ini 10 Makanan Terbaik untuk Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Membaca

Membaca merupakan aktivitas yang mudah dilakukan untuk menstimulasi mental dalam keseharian. Orang dewasa yang sering membaca, setidaknya satu kali sepekan, memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penurunan kognitif 14 tahun kemudian.

Selain bermanfaat bagi kesehatan otak, membaca juga tampak menurunkan risiko kematian sebesar 20 persen dalam kurun waktu 12 tahun ke depan. Manfaat ini bisa dirasakan, terlepas dari apa pun ras, edukasi, kesehatan, kekayaan, status pernikahan, atau depresi yang dimiliki seseorang.

 

Berdiri dengan Satu Kaki Saat Sikat Gigi

Penurunan kesehatan muskuloskeletal, sistem sensori, dan kognisi yang terjadi secara alami seiring dengan penuaan turut berkontribusi pada perburukan keseimbangan. Melatih keseimbangan tubuh bisa membantu menurunkan risiko terjatuh dan meningkatkan kemungkinan untuk tetap mandiri di usia tua.

Berdiri dengan satu kaki merupakan salah satu cara yang direkomendasikan untuk melatih keseimbangan tubuh ini. Latihan ini bisa dilakuakn di pagi hari, misalnya sambil menyikat gigi.

Namun pastikan latihan ini dilakukan dengan aman. Bila merasa tubuh mulai tidak seimbang, segera berpegangan pada sesuatu yang kokoh. Sebagai permulaan, latihan mengangkat satu kaki juga bisa dilakukan sambil berpegangan ke meja atau objek kokoh lainnya.

Baca juga : Benarkah Omega-3 Merupakan Suplemen Terbaik bagi Jantung?

 

Berjalan Kaki

Latihan fisik yang dilakukan secara rutin bisa membantu menunjang kesehatan serta kebugaran tubuh. Peran aktivitas fisik bagi kesehatan akan semakin penting, seiring dengan bertambahnya usia.

Salah satu latihan fisik yang direkomendasikan oleh banyak ahli adalah berjalan kaki cepat. Latihan yang cenderung ringan ini bisa memberikan manfaat kesehatan yang sama seperti latihan fisik yang lebih agresif.

Upayakan untuk berjalan kaki setidaknya 30 menit sebanyak lima hari dalam sepekan. Bila mampu berjalan kaki dengan durasi yang lebih lama, akan lebih baik.

 

Peregangan

Latihan fleksibilitas atau kelenturan tubuh dapat menjaga kelenturan sendri. Waktu terbaik untuk melakukan latihan kelenturan adalah setelah melakukan aerobik berintensitas sedang atau latihan ketahanan.

Personal trainer bersertifikasi Jordan Hosbein NASM CPT merekomendasikan satu rangkaian peregangan tubuh penuh. Masing-masing gerakan dalam rangkaian peregangan ini bisa dilakukan selama 10-20 detik. Berikut ini adalah rangkaian peregangan tersebut.

1. Menyentuh Jari Kaki: Bungkukkan tubuh dengan kaki tetap lurus tak menekuk dan tangan menjulur ke arah lantai. Secara perlahan, coba gapai jari kaki dan tahan posisi tersebut sejenak.

2. Bangkir untuk Melakukan Peregangan: Luruskan kembali tubuh dan angkat tangan ke arah langit-langit. Luruskan tangan seakan ingin menjangkau langit-langit. Tahan sejenak posisi ini.

3. Peregangan Batang Tubuh: Posisikan kedua lengan lurus ke atas lalu condongkan tubuh ke arah kiri sampai merasakan ada regangan lembut di sisi kanan tubuh. Lakukan gerakan serupa ke arah berlawanan.

4. Peregangan Pundak: Julurkan lengan kanan ke depan, lalu tarik dengan tangan kiri hingga lengan kanan menyentuh dada. Lakukan gerakan serupa ke arah yang berlawanan.

5. Peregangan Quadricep: Pegangan pada bangku untuk menjaga keseimbangan, lalu dorong kaki kanan ke arah belakang dan pegang kaki tersebut dengan tangan hingga terasa ada regangan di paha. Lakukan gerakan serupa ke arah sebaliknya.

6. Peregangan Betis: Posisikan tubuh berdiri dengan kaki kanan di depan kaki kiri. Condongkan tubuh sedikit ke depan sambil menjaga tumit kaki kanan tetap menempel di lantai. Lakukan gerakan serupa dengan sisi sebaliknya, di mana kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
Berita Terpopuler