Krisis Tenaga Kerja, 700 Penerbangan di AS Dibatalkan

Di Eropa, gangguan bandara baru-baru ini disebabkan pada kekurangan karyawan.

Ilustrasi penerbangan. Sebanyak lebih dari 700 penerbangan di Amerika Serikat (AS) pada Senin (27/6/2022) dibatalkan.
Rep: Rahayu Subekti Red: Nidia Zuraya

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Sebanyak lebih dari 700 penerbangan di Amerika Serikat (AS) pada Senin (27/6/2022) dibatalkan. Dikutip dari Reuters, Senin (27/6/2022), sejumlah maskapai membatalkan penerbangan dikarenakan krisis tenaga kerja dan cuaca buruk. 

Baca Juga

Kondisi tersebut mengganggu kemampuan maskapai untuk mengikuti lonjakan permintaan perjalanan musim panas. Berdasarkan situs pelacakan penerbangan Flightware.com, total pembatalan penerbangan dari dan ke AS mencapai 747 penerbangan dibatalkan dan pada Ahad (26/6/2022) mencapai 860 penerbangan. 

Delta Air Lines memiliki lebih dari 200 pembatalan penerbangan. Sementara Republic Airways dan United Airlines Holdings masing-masing memiliki 196 dan 122 pembatalan penerbangan. Lalu American Airlines Group membatalkan 62 penerbangan pada Senin (27/6/2022) sore.

American Airlines mengatakan pembatalan tersebut sebagian besar karena prakarsa kontrol cuaca dan lalu lintas udara yang dirancang untuk mengatur lalu lintas. Sementara Delta Air Lines, United Airlines, dan Republic Airways belum memberikan pernyataan. 

Di Eropa, gangguan bandara baru-baru ini disebabkan pada kekurangan karyawan. Dikabarkan banyak pekerja yang diberhentikan selama pandemi sehingga membuat bandara beroperasi secara fleksibel. 

Bahkan regulator AS Federal Aviation Administration (FAA) menghadapi kekurangan staf. FAA pada pekan lalu memberikan persetujuan kepada United Airlines untuk menghentikan sementara penerbangan Newark setelah maskapai yang berbasis di Chicago. 

Airlines for America mengatakan FAA harus memastikan staf kontrol lalu lintas udara yang memadai. Hal tersebut dibutuhkan untuk menghindari gangguan perjalanan musim panas lebih lanjut.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
Berita Terpopuler