Dosen Universitas BSI Ajak Bijak dan Cerdas Gunakan Internet

Era digital membuat semua akses terbuka lebar sehingga perlu sikap bijak dan cerdas

istimewa
Program Studi (prodi) Teknik Komputer (TK) Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penggunaan internet dengan cerdas dan bijak saat pandemi. Kegiatan ini ditujukan untuk ibu rumah tangga dan santri Yayasan Nurul Islam Sabillurrosyad Pondok Gede, Bekasi, pada Sabtu (13/11) silam.
Red: Hiru Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI--Program Studi (prodi) Teknik Komputer (TK) Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penggunaan internet dengan cerdas dan bijak saat pandemi. Kegiatan ini ditujukan untuk ibu rumah tangga dan santri Yayasan Nurul Islam Sabillurrosyad Pondok Gede, Bekasi, pada Sabtu (13/11) silam. 

Baca Juga

Tim dosen terdiri dari Achmad Nurhadi, Elly Mufida, Nandang Iriadi, Giatika Chrisnawati dan beberapa mahasiswa. Achmad Nurhadi selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa, pentingnya bagi ibu rumah tangga untuk bisa mengontrol anak-anak mereka dalam menggunakan internet. 

“Ibu rumah tangga yang merupakan seorang manager bagi keluarga harus bisa mengontrol anak-anaknya dalam menggunakan internet dan juga untuk para santri agar dapat memanfaatkan media internet secara bijak dan cerdas. Kadang kita sebagai orang tua luput dan membiarkan anak-anak untuk mengakses hal negatif pada internet,” ujar Achmad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11). 

Menurutnya, kemajuan era digital membuat semua akses terbuka secara lebar sehingga perlunya bijak dan cerdas untuk mengingatkan kepada anak-anak dalam menggunakan jejaring sosial maupun internet. Terjadinya penyalahgunaan, membuat anak-anak menjadi sasaran empuk bagi oknum tidak bertanggung jawab. 

“Dibalik kehebatan internet, ternyata ada ancaman dibelakangnya bagi anak-anak jika kita terlalu membebaskannya dalam berselancar. Misalnya saja, pornografi, pencurian identitas, cyberbullying, hingga penyebaran informasi palsu atau hoax. Semua ini bisa dihindari jika kita sebagai orang tua dan anak-anak paham akan kegunaan internet untuk seperlunya saja,” jelasnya. 

Achmad berharap, melalui kegiatan pelatihan ini bisa membuka pemikiran orang tua sebagai pelindung dan rumah bagi anak untuk senantiasa memantau aktivitas anak-anaknya dalam menggunakan gadget. Serta santri lebih memahami lagi penggunaan internet sesuai keperluan belajar saja. 

 

 

 
Berita Terpopuler