Perintah Percepat Vaksinasi Remaja Dukung PTM Terbatas

Baru 14,5 persen sasaran vaksinasi remaja sudah divaksin dosis pertama.

Edi Yusuf/Republika
Kegiatan vaksinasi Covid-19 saat Gebyar Vaksin Covid-19 usia 12 tahun ke atas bersama UPT Puskesmas Pasirkaliki dan Kelurahan Pajajaran di Graha Bhayangkara, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (14/9). Kegiatan tersebut digelar guna percepatan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok khususnya bagi remaja yang saat ini sudah mulai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).
Red: Indira Rezkisari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk usia remaja 12-17 tahun. Percepatan untuk mendukung dan mendorong satuan pendidikan di wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Vaksinasi remaja atau kelompok usia 12-17 tahun harus kita percepat karena sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam pelaksanaan PTM terbatas. Diharapkan para orang tua dan sekolah bisa berpartisipasi aktif untuk mendorong vaksinasi bagi anak mereka yang sudah berusia di atas 12 tahun," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dalam keterangan pers, Rabu (27/10).

Hingga 27 Oktober, baru sekitar 14,5 persen dari sasaran vaksinasi kelompok usia remaja yang sudah divaksin dosis pertama. Sementara yang mendapatkan dosis lengkap mencapai 11,7 persen sasaran.

Sementara secara keseluruhan, sudah lebih dari 115 juta penduduk Indonesia yang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 70 juta di antaranya sudah mendapat dosis lengkap. Percepatan vaksinasi remaja perlu dukungan besar dari para orang tua. Orang tua diharapkan segera mengantar dan membantu anak-anak mereka mendatangi sentra vaksinasi atau fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin.

Vaksinasi, kata Johnny, terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi virus corona. Pemerintah selalu mengawasi vaksin yang beredar di Indonesia untuk memastikan keamanannya.

Vaksinasi juga penting untuk melindungi remaja ketika PTM terbatas. Pemerintah mengatakan PTM terbatas perlu dilakukan agar anak-anak tidak kehilangan kualitas pendidikan. Selain vaksinasi, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mengingatkan dan membiasakan anak-anak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Waspadalah, ancaman virus Covid-19 masih ada. Jangan sampai kita membuka celah terjadinya lonjakan kasus berikutnya," kata Johnny.



Baca Juga


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler