Aromaterapi Walmart Tercemar Bakteri, CDC Ingatkan Bahayanya

CDC ingatkan konsumen untuk tidak membuang sembarangan aromaterapi tercemar bakteri.

Walmart
Walmart menarik produk Better Homes & Gardens Essential Oil Infused Aromatherapy Room Spray with Gemstones akibat kontaminasi bakteri mematikan.
Rep: Idealisa Masyrafina Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Penyelidikan genetik menemukan adanya kaitan kasus penyakit tropis langka yang disebut melioidosis dengan semprotan pengharum ruangan yang dijual di Walmart. Paparan bakteri tersebut telah membuat empat orang di Georgia, Texas, Minnesotam, dan Kansas jatuh sakit dan dua di antaranya meninggal dunia.

Pusat Pencegahan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menyerukan konsumen yang mungkin menemukan botol Better Homes & Gardens Essential Oil Infused Aromatherapy Room Spray with Gemstones atau aroma lain di lini produk yang sama yang dibeli dari Walmart untuk tidak membuangnya sembarangan. Masyarakat juga diminta untuk tidak menuangkan isinya ke saluran pembuangan.

CDC menjelaskan, bakteri yang menyebabkan melioidosis biasanya tidak hidup di tanah dan air di Amerika Serikat. Ada bahaya di masa depan yang bisa terjadi andaikan bakteri itu berkembang biak di alam setempat.

Baca Juga


"Jika botol semprot berakhir di tempat pembuangan sampah, bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan kasus melioidosis di masa depan di Amerika Serikat," kata CDC dalam sebuah pernyataan, dilansir CNN, Rabu (27/10).

CDC menganjurkan konsumen untuk mengembalikannya ke Walmart. Mereka bisa menukarnya dengan meminta kembalian uang dan kartu hadiah.

"Masukkan botol dalam dua kantong bersegel yang bersih dan bening lalu simpan di dalam kotak kardus kecil. Kembalikan produk yang telah dibungkus itu ke toko Walmart," kata CDC dalam instruksi daring.

Lebih lanjut, CDC menganjurkan konsumen untuk mencuci seprai atau kain yang mungkin telah terpapar semprotan aromaterapi itu. Seprai cukup dicuci dengan deterjen biasa dan dikeringkan sepenuhnya dalam pengering panas.

"Kalau mau, bisa pakai pemutih," kata CDC.

Menurut CDC, butuh berbulan-bulan penyelidikan intensif untuk menemukan sumber kontaminasi pada produk pengharum ruangan itu.

"Ketika Anda memikirkan ribuan hal yang berhubungan dengan orang di sekitar rumah mereka, sungguh luar biasa kami dapat mengidentifikasi sumbernya dan mengonfirmasinya di laboratorium," kata Dr Inger Damon, direktur Divisi Patogen Konsekuensi Tinggi dan Patologi CDC.

Kini, agensi sedang mencoba mencari tahu bagaimana bakteri Burkholderia pseudomallei yang menyebabkan infeksi bisa masuk ke dalam semprotan itu. Bersama Komisi Keamanan Produk Konsumen dan Walmart, CDC telah menghubungi produsen di India untuk menentukan apakah bahan dari semprotan yang terlibat digunakan dalam produk lain.

Ilmuwan CDC bekerja untuk menilai tingkat kontaminasi dalam botol lain dan apakah aroma lain mungkin juga terkontaminasi. Semprotan aromaterapi itu dijual di 55 toko Walmart dan di situs web perusahaan antara Februari hingga 21 Oktober.

"Sejak Jumat, pengujian CDC dari botol semprotan tambahan telah diuji positif untuk bakteri," kata CDC.

Semprotan terkontaminasi itu bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Orang dapat terinfeksi bakteri melalui luka terbuka pada kulit. Akan tetapi, sebagian besar infeksi terjadi karena menghirup tetesan aerosol bakteri.

"Jadi jika aromaterapinya berkabut di udara, kemungkinan besar orang akan menghirupnya," kata asisten profesor kedokteran tropis dan penyakit menular di Baylor College of Medicine, Jill Weatherhead, dilansir Today, Sabtu (23/10).

Bakteri yang menyebabkan melioidosis biasanya tidak ditemukan di Amerika Serikat. Bakteri itu paling sering ditemukan di tanah dan air yang terkontaminasi, khususnya di daerah tropis Australia utara dan Asia Tenggara, utamanya di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Tak satu pun dari empat orang yang didiagnosis dengan melioidosis itu di Amerika Serikat melaporkan bepergian ke luar negeri. Melioidosis juga dikenal sebagai penyakit Whitmore memiliki gejala yang mirip dengan tuberkulosis, antara lain batuk, nyeri dada, dan demam tinggi.

Jika tidak ditangani, nyawa penderita melioidosis bisa terancam. Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk pasien penyakit yang jarang ditemukan di Indonesia ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler