Uji Klinis: Umifenovir Efektif Obati Covid-19

Umifenovir adalah antivirus spektrum luas yang biasa dipakai untuk obat influenza.

www.freepik.com
Obat Covid-19 (ilustrasi). Dalam uji klinis tahap tiga di India, Umifenovir tampak mampu membuat viral load pasien Covid-19, ringan, sedang, atau tanpa gejala menjadi nol dalam rata-rata lima hari.
Rep: Puti Almas Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harapan baru penemuan obat Covid-19 datang dari Central Drug Research Institute (CDRI), India. Laboratorium penelitian multi-disiplin itu mengungkapkan bahwa uji klinis obat antivirus Umifenovir yang ditujukan untuk mengobati infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) telah berhasil.

Uji coba Umifenovir melibatkan 132 pasien Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa jika dosis yang tepat diberikan dua kali sehari selama lima hari, obat tersebut dapat secara efektif mengurangi viral load hingga nol pada pasien dengan gejala dan tanpa gejala ringan atau sedang.

Baca Juga


Fase ketiga uji coba dilakukan di tiga institut, yakni di KGMU, Ram Manohar Lohia Institute of Medical Sciences (RMLIMS) dan Era's Lucknow Medical College and Hospital (ELMCH). Peneliti memantau uji coba acak, hingga keamanan, dan tolerabilitas Umifenovir dibandingkan dengan perawatan standar terapi.

"Mengingat Umifenovir adalah antivirus spektrum luas dan digunakan sebagai obat bebas yang aman untuk influenza dan pneumonia selama lebih dari 20 tahun di Rusia, China, dan negara-negara lain, jadi dua uji coba tahap pertama tidak wajib," ujar direktur CDRI, Tapas Kundu, dilansir Times Now News, Kamis (16/9).

Berdasarkan pertimbangan tersebut, CDRI dapat langsung menjalani uji coba fase ketiga, yang dilakukan terhadap 132 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, di bawah pengawasan rumah sakit tersebut. Dalam sebuah penelitian, mode double-blind disebut dapat meningkatkan keandalan hasil dengan mencegah bias, saat dokter mengevaluasi hasil pasien.

Baca juga : Vaksinasi Disambut Antusias Meski Masih Ada Yang Enggan

"Hasil menunjukkan bahwa viral load pada pasien ringan, sedang, atau tanpa gejala setelah diberi dua dosis Umifenovir (800 mg), dua kali sehari, menjadi nol dalam rata-rata lima hari. Pasien tidak mengalami efek samping dan gejalanya juga tidak menjadi parah," jelas Kundu.

Studi yang dilakukan CDRI, bekerja sama dengan CSIR-IMT, Chandigarh, juga menunjukkan bahwa Umifenovir menunjukkan penghambatan kultur sel yang baik terhadap virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), penyebab Covid-19. Ini juga memperlihatkan bahwa obat tersebut menghambat masuknya virus ke dalam sel manusia.

Kundu mengatakan, lembaganya mendapatkan paten rencana dosis karena Umifenovir belum pernah digunakan sebelumnya untuk Covid-19. Drug Controller General of India (DCGI) juga telah mengevaluasi laporan uji klinis dan melihat hasil yang sangat menggembirakan.

Dari sana, tim diminta untuk melanjutkan studi pada pasien dengan gejala lebih ringan dan tanpa gejala untuk mendapatkan persetujuan darurat dari obat tersebut. Kepala ilmuwan di CDRI, R Ravishankar yang memimpin tim tersebut mengatakan, Umifenovir akan lebih terjangkau untuk mengobati pasien Covid-19.

Sebab, harganya sekitar 54 persen lebih murah dibandingkan obat yang tersedia saat ini. Umifenovir ini juga aman untuk ibu hamil dan anak-anak, selain itu ada kemungkinan dijadikan dalam bentuk sirup dan bubuk.

"Umifenovir dipilih dari 16 obat yang disarankan oleh CSIR setelah melihat kelayakan sintesis menggunakan bahan kimia yang tersedia secara lokal pada puncak pandemi. DCGI kemudian memberikan izin untuk uji coba pada Juni tahun lalu," kata juru bicara CDRI Sanjeev Yadav.

Setelah mendapatkan persetujuan etis dan menyelesaikan studi stabilitas, tim peneliti akan mengambil persetujuan pasien untuk penelitian secara lebih lanjut.

Baca juga : Peraih Emas Paralimpiade Mendapat Bonus Rp 5,5 Miliar

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler