Pakar: Hentikan Pemakaian Obat Antiparasit untuk Covid-19

Desakan untuk menghentikan pemakaian obat antiparasit buat Covid-19 meningkat.

AP/Denis Farrell
FILE - This Friday Jan. 29, 2021 file photo shows the Foto dokumentasi kemasan dan botol ivermectin hewan yang dijual di Johannesburg, Afrika Selatan. Pakar kesehatan dan kelompok medis mendorong penghentian penggunaan obat parasit berusia puluhan tahun itu untuk mengobati Covid-19 di tengah meningkatnya konsumsi. Ada efek samping yang berbahaya dan hanya ada sedikit bukti yang mendukung penggunaannya untuk Covid-19.
Rep: Rizky Suryarandika Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pakar kesehatan dan kelompok medis di Amerika Serikat mendorong penghentian penggunaan obat parasit seperti ivermectin untuk mengobati Covid-19 di tengah meningkatnya konsumsi. Pakar memperingatkan efek samping yang berbahaya dan hanya ada sedikit bukti yang mendukung bahwa obat itu berkhasiat seperti yang dikira.

Berhadapan dengan gelombang keempat pandemi Covid-19, semakin banyak orang Amerika yang beralih ke ivermectin, obat murah yang digunakan untuk membunuh cacing dan parasit lain pada manusia dan hewan. Pejabat kesehatan federal telah melihat lonjakan resep pada musim panas ini, disertai dengan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam laporan kasus overdosis.

Obat itu bahkan diberikan kepada narapidana di sebuah penjara di barat laut Arkansas yang positif Covid-19, meskipun ada peringatan federal terhadap penggunaannya. Ivermectin juga sempat digunakan di negara lain, seperti India, namun kemudian dihentikan.

Ivermectin dipromosikan oleh anggota parlemen dari partai Republik, pembawa acara talk show konservatif, dan beberapa dokter. Bahkan, penyebaran klaim khasiatnya diperkuat melalui media sosial ke jutaan orang Amerika yang tetap menolak untuk divaksinasi.

Pekan ini, kelompok tertinggi profesional AS untuk dokter dan apoteker meminta penggunaan obat di luar penelitian segera diakhiri.

"Kami mendesak dokter, apoteker, dan pemberi resep lainnya untuk memperingatkan pasien terhadap penggunaan ivermectin di luar indikasi dan panduan yang disetujui FDA," kata American Medical Association dan dua kelompok apoteker, dilansir AP pada Sabtu (4/9).

Studi besar sekarang sedang berlangsung di AS dan luar negeri untuk menentukan apakah ivermectin memiliki efek dalam mencegah atau mengobati Covid-19. Peringatan dari regulator federal dan negara bagian melacak efek samping dan penerimaan rumah sakit terkait dengan obat tersebut.

Baca Juga


Louisiana dan Washington telah mengeluarkan peringatan setelah peningkatan panggilan ke pusat kendali racun. Beberapa toko persediaan pakan ternak telah kehabisan obat karena orang-orang membeli ivermectin untuk mencoba mengobati Covid-19.

"Tidak ada bukti bagus saat ini yang menunjukkan bahwa ini adalah pengobatan yang baik untuk mengobati atau mencegah Covid-19," kata Randy McDonough selaku apoteker di Iowa City, Iowa.

Ivermectin disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati infeksi cacing gelang dan parasit kecil lainnya pada manusia dan hewan seperti sapi, kuda, dan anjing. Ivermectin bentuk tablet digunakan untuk parasit internal, sementara salep digunakan untuk mengobati kutu kepala dan infeksi kulit lainnya.

Obat generik bekerja itu dengan melumpuhkan cacing dan membunuh keturunannya. FDA telah menyanggah klaim bahwa ivermectin dapat membantu melawan Covid-19.

"Mengambil dosis besar obat ini berbahaya dan dapat menyebabkan bahaya serius," tulis peringatan FDA seraya memperingatkan bahwa konsumsi ivermectin di luar dosis yang direkomendasikan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, kejang, delirium, dan bahkan kematian.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler