Pakar Swiss: Tudingan Corona Bocor dari Lab Bersifat Politis

Ahli epidemiologi dari Swiss sebut tak ada bukti virus corona berasal dari lab Wuhan.

MgIT03
Ilustrasi penyebaran virus corona. Virus corona tipe baru penyebab Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir 2019.
Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, MOSCOW -- Pakar penyakit menular dari Swiss, Prof Didier Pittet, menyebut, tidak ada bukti virus corona tipe baru yang menjadi penyebab Covid-19 bocor dari laboratorium Wuhan di China. Ia juga meyakini tudingan tersebut "lebih bersifat politis".

Baca Juga


"Kita benar-benar tidak punya bukti, virus itu atau virus lainnya diciptakan di laboratorium," kata Prof Pittet saat diwawancarai Kantor Berita Rusia, Sputnik, yang dipublikasikan pada Sabtu (31/7).

Prof Pittet yang juga penemu hand sanitizer mengatakan, isu soal asal usul SARS-CoV-2 terkait dengan kebocoran laboratorium Institut Virologi Wuhan (WIV) sudah sering dibicarakan. Terutama, karena itu terjadi di China.

"Tapi orang kerap lupa, bakteri perusak pertama yang lolos dari laboratorium terjadinya di Amerika Serikat," ujar ahli epidemiologi kenamaan dari Geneva University Hospitals, dikutip dari Global Times, Senin (2/8).

Menurut Prof Pittet, sebetulnya kebocoran laboratorium bukan sesuatu yang mustahil secara teori, bahkan dalam lab dengan tingkat keamanan tinggi sekalipun. Namun, ia tak melihat ada alasan untuk menganggap itu terjadi dengan SARS-CoV-2.

Petugas keamanan mencoba mencegah fotografer mengambil gambar Institut Virologi Wuhan (WIV), Wuhan, China, 27 January 2021. Sebuah laporan yang diperoleh Amerika Serikat menyebut bahwa kepala lab mengirimkan e-mail kepada stafnya berisi larangan membicarakan virus corona di muka publik. - (EPA)

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump gencar menyuarakan dugaan SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di pasar hewan Wuhan, China, itu kemungkinan akibat kelalaian atau kurang ketatnya keamanan laboratorium virologi Wuhan. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menurunkan tim ahlinya melakukan penyelidikan tentang asal-usul Covid-19 di Wuhan, namun hasilnya secara definitif tak menyebut adanya kebocoran virus dari laboratorium.

Para ahli mengatakan, ada kemungkinan besar virus tersebut ditularkan ke manusia dari kelelawar melalui hewan lain. Namun, pada Mei, Presiden AS Joe Biden memerintahkan komunitas intelijen AS untuk memeriksa kembali asal usul virus corona dan menentukan apakah penyakit itu bocor dari laboratorium atau menyebar dari hewan yang terinfeksi ke manusia.

sumber : Antara, Xinhua
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler