Kematian Pascavaksinasi di Selandia Baru tak Terkait Vaksin

Berdasarkan informasi yang didapat tidak ada hubungan antara kematian dengan vaksin

AP/Robert Michael/DPA POOL
Berdasarkan informasi yang didapat tidak ada hubungan antara kematian dengan vaksin di Selandia Baru. Ilustrasi.
Rep: Zainur Mahsir Ramadhan Red: Christiyaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON — Kepala satuan kelompok pascaprogram dan vaksinasi Covid-19 New Zealand, Tim Hanlon, tak menampik ada banyak laporan kematian akibat Covid-19 ke Center for Adverse Reactions Monitoring (CARM). Akan tetapi dirinya menegaskan tidak ada detail yang dapat diberikan menyoal hubungan kematian dan vaksinasi.

“Informasi yang diberikan sangat memberi kesan kepada CARM dan Medsafe bahwa kematian tidak terkait dengan vaksinasi,” ujar dia dikutip dari Stuff, Rabu (19/5).

Menurut dia, penyebab kematian pada laporan juga telah dirujuk kepada pemeriksa. Hanlan menegaskan dari beberapa laporan yang mengaitkan kematian dengan vaksinasi Covid-19, tidak ada satupun yang betul-betul karena vaksinasi.

Hal serupa juga ditegaskan oleh Menteri Penanggulangan Covid-19 Selandia Baru, Chris Hipkins, yang ditanyai tentang kematian terbaru selama pengarahan vaksin sebelumnya. Berdasarkan informasi yang didapatnya, tidak ada hubungan antara kematian dengan vaksin.

“Masalahnya adalah di mana pun seseorang meninggal, atau mengalami reaksi negatif setelah menerima vaksin, itu selalu diselidiki. Itu tidak berarti bahwa itu terkait dengan vaksin, dan terkadang ada penjelasan bagus lainnya mengapa sesuatu telah terjadi,” ungkap Hipkins.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler