Dokter-Dokter Bersaksi, Benarkan Hal yang Dipertanyakan HRS

Dokter-dokter yang pernah merawat HRS di RS Ummi hari ini bersaksi di persidangan.

Republika/Thoudy Badai
Terdakwa kasus dugaan pelanggaran karantina kesehatan Habib Rizieq Shihab (HRS) menaiki mobil tahanan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. (ilustrasi)
Rep: Zainur Mahsir Ramadhan Red: Andri Saubani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali mencecar para saksi dari JPU yang kini disidangkan di PN Jaktim, Rabu (21/4). Dalam kesempatan itu, HRS menegaskan kembali klaim menyoal kondisi di RS Ummi dan status Covid-19-nya.

Dalam kesempatan tersebut, HRS mempertanyakan kepada para saksi apakah ada kasus lain yang memaksa para dokter masuk ke persidangan. Para saksi kemudian menjawab tidak ada sama sekali kecuali dirinya.

"Terima kasih kepada para dokter karena telah merawat saya hingga sangat sehat. Maaf Anda terpaksa hadir di sini, tapi itu bukan karena saya, itu karena permintaan jaksa," kata HRS dalam persidangan, Rabu (21/4).

HRS menegaskan, pertanyaan kepada para saksi, apakah betul jika tolok ukur positif Covid-19 ada perubahan sejak dirinya dirawat di RS Ummi hingga muncul keputusan Menkes No 46 Tahun 2021. Para saksi membenarkan bahwa saat itu antigen tidak menjadi patokan positif atau tidaknya.

Tak sampai di sana, tes PCR pada 27 November, tanya HRS kepada dr Nuri Indah dari RSCM, apakah tersambung pada Satgas Covid-19. Menanggapi hal tersebut, dr Nuri menegaskan bahwa data HRS yang masih reaktif dan belum menjadi rujukan perawatan lainnya sudah terlapor ke data Satgas Penanganan Covid -19.

Baca Juga


 



Lebih jauh, HRS juga mempertanyakan kepada dr Sarbini Abdul Murad dari MER-C, apakah HRS memang sakit secara objektif. Dr Sarbini menyebut bahwa HRS memang betul sakit.

Baca juga: Jaksa Panggil 6 Saksi Kasus Tes Uap RS UMMI HRS

Namun, diakui dr Sarbini, HRS selalu mendapat hasil nonreaktif setiap tes swab antigen. Termasuk, hingga tes pemeriksaan di polda yang juga diakuinya ikut menyaksikan.

"Nonreaktif. Iya (kondisi HRS) semakin membaik, terutama kondisinya pascakeluar RS Ummi," ucap dia menyetujui pernyataan HRS.


Habib Rizieq Shihab menyinggung sejumlah tokoh yang dianggap melakukan pelanggaran prokes. - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler